Amman-PIP: Para pegawai UNRWA di Yordania menggelar mogok kerja pada Senin (30/4) menuntut kenaikan gaji dan perbaikan kehidupan mereka. Jubir UNRWA, Anwar Abu Sakinah menyatakan kepada Perancis Press, bahwa sekitar 7000 pegawai turut serta mogok kerja selama satu hari. Dijelaskan bahwa para pegawai menuntut kenaikan gaji sebanyak 100 dinar (140 USD) atas gaji pokok mereka. Abu Sakinah memprediksi bahwa hampir 100 % sekolah yang dikelola UNRWA mengalami kelumpuhan, jumlahnya lebih dari 172 sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 117 ribu orang. Pihak UNRWA menyayangkan aksi mogok ini, menurutnya akan berdampak pada layanan bagi pengungsi Palestina di Yordania. UNRWA menyerukan kepada para pegawainya untuk mengadakan pertemuan mencari solusi supaya tetap bisa memberikan layanan kepada pengungsi Palestina tanpa terhenti. UNRWA memberikan layanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial bagi sekitar 2 juta pengungsi Palestina yang tinggal di 13 kamp pengungsian di sejumlah kawasan di Yordania. Secara global, UNRWA memberikan layanan bagi sekitar 5 juta pengungsi Palestina yang tercatat di Yordania, Suria, Libanon, Tepi Barat dan Jalur Gaza. UNRWA beroperasi denga dukungan penuh donasi yang diberikan sejumlah negara anggota PBB, untuk tahun 2012 dan 2013 anggarannya mencapai 1,3 Milyar Dollar. Jumlah bantuan darurat yang dikucurkan UNRWA di Tepi Barat, Gaza dan Libanon tahun ini mencapai 344 juta USD. (qm)
|