Cari
Puluhan Agen Mossad di Teluk dengan Kedok Sebagai Pelatih
cetakan E-Mail
Puluhan Agen Mossad di Teluk dengan Kedok Sebagai Pelatih
[ 14/03/2010 - 04:45 ]

Yerusalem – Infopalestina: Koran Israel Yedioth Ahronoth di edisi terbaru mengungkap tentang keberadaan puluhan perwira cadangan tentara Zionis dan para agen Mossad yang bekerja di negara-negara Teluk, dengan mengatasnamakan "perusahaan khusus untuk pelatihan", yang bertanggung jawab untuk melatih pasukan dari negara-negara Teluk dalam satuan khusus untuk melakukan sejumlah tugas.

Para agen Mossad dan perwira tentara Zionis tersebut tidak ada yang usianya di bawah 25 tahun. Mereka menggunakan nama dan identitas negara-negara Eropa seperti Jerman, Irlandia serta nama-nama dari Australia. Selama pelatihan jika mereka terpaksa berbicara, mereka menggunakan bahasa Inggris.

Pelatihan yang diberikan terutama terkait dengan metode perlindungan pada sumur-sumur minyak, dan tersebar luas di seluruh Teluk Arab. Juga untuk menyiapkan kelompok-kelompok untuk memuru mereka yang disebut "teroris" dan bagaimana berurusan dengan mereka, terutama di daerah-daerah berpenduduk dan untuk aksi-aksi pengejaran serta pengumpulan informasi, selain pelatihan militer untuk berbagai jenis senjata.

Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai tahapan, yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Namun sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dibagikan ke satuan-satuan yang dilatih. Latihan perang meliputi serangan di dalam gedung-gedung, menembak saat di lampu lalu lintas dan pengejarn di laut, serta menghadapi kemungkinan penyerbuan ke kamp-kamp militer serta pelatihan pada jenis senjata tertentu untuk mendukung tugas ini.

Kasus yang cukup berbahaya pernah terjadi. Sebagai akibat dari kesalahan yang dialami salah seorang perwira Zionis, yang bekerja di salah satu perusahaan di Teluk, ketika dia kehilangan paspor. Peristiwa ini hampir menyebabkan akibat yang sangat serius pada waktu itu. Aharonot mengataka, para perwira militer Israel dan agen Mossad dilarang membawa paspor dalam keadaan apapun, serta dilarang menyewa mobil dan biasanya diangkut oleh sopir. Mereka biasanya datang ke negara-negara Teluk setelah melakukan perubahan setidaknya tiga pesawat, biasanya melalui Yordania atau Anatolia Turki. (asw)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705