Cari
Masjid Ibrahimi... Hikayat Tempat Suci Yang Terpasung (lap)
Masjid Ibrahimi... Hikayat Tempat Suci Yang Terpasung (lap)
[ 20/03/2012 - 08:03 ]

 

Hebron – PIP: Ketika kita melihat menara-menara yang tinggi menjulang, tetapi sudah puluhan kali dilarang mengumandangkan adzan. Di pintu masuknya terpasang perangkat elektronik dan pengintai. Beberapa orang tampak berbicara dengan bahasa Ibrani. Itulah tempat yang dinamakan Masjid Ibrahimi yang berada di Kota Lama Al-Quds, sebelah selatan Tepi Barat.

Nuansa Zionis mendominasi batu-batu dan tempat-tempat serta jalan-jalan yang ada di sana menutupi suasana Arab dan Palestina secara keseluruhan keseluruhan. Sejumlah ritual dan rencana Zionis telah melemahkan pihak Arab, sehingga Al-Haram Al-Ibrahimi menjadi cerita hikayat masjid yang tertawan, ditengah lingkaran kezaliman yang dialami Palestina dari darat hingga laut, sampai ke AlQuds dan Masjid Al-Aqsha.

Tahap-Tahap Berbahaya

Warga Hebron berpendapat konspirasi hikayat Masjid Al-Ibrahimi tercermin ketika Israel gagal membagi Al-Haram Al-Ibrahimi untuk dikuasainya, sementara para pemukim Zionis berada di sekelilingnya menodai masjid tersebut dengan alasan melakkan ritual keagamanaan. Maka pada suatu malam pada 25 Februari 1994 terjadilah insiden berdarah seorang radikalis Zionis Farukh Goldstan menyerang jema’ah shalat dengan kawalan tentara Zionis dengan menembaki para jema’ah shalat yang sedang ruku atau sujud. Maka tak ayal puluhan syuhada meninggal syahid dan sebagianya luka-luka. Setelah peristiwa ini, maka Al-Haram ditutup untuk umum dan setelah peristiwa ini maka dimulaikan pembagian Masjid Al-Haram sebagaimana mereka inginkan.

Seorang warga Ihsam Abu Umar mengatakan, pembantaian tersebut merupakan balas dendam mereka bersamaan denga perjuangan warga Hebron. Dan setelah jatuhnya korban syahid, sempurnalah penjajahan Israel terhadap Al-Haram Al-Quds dengan membagi Al-Quds serta membuat pintu khusus di gerbangnya, disamping menguncinya bagi bangsa Palestina selama beberapa bulan. Setelah masuknya mereka maka semua tanda dan peninggalan di dalam Al-Ibrahimi berubah, sementara di pintu gerbang berdiri puluhan tentara, para jema’ah dihinakan begitu rupa serta dihalangi masuk Masjid.

Di sisi lain, parlemen Palestina asal Hebron Basem Zaarir menyerukan semua pihak internasional dan lembaga lokal untuk intervensi menghentikan siasat Zionis dan mendukung perjuangan warganya.

Ia mengatakan, Israel seringkali melarang adzan dan menutup masjid saat perayaan hari besarnya. Namun bangsa Palestina tetap berjuang dengan terus mengunjunginya dan memelihara shalat lima waktu terutama hari Jum’at. Sebagaimana warga Kota Lama meningkatkan kunjungan mereka. Tetapi semua ini butuh dukungan besar dari semua pihak untuk melanggengkanya. (asy)

Page Top

 Palestina dalam Tayanggan Slide