Gaza – Infopalestina: Salah satu pimpinan gerakan Hamas, Dr. Shalah Bardawel menampik tudingan Israel bahwa gerakannya menggunakan anak-anak Palestina sebagai tameng manusia dan memasang peluncur roket di dekat masjid selama perang Al-Furqan atau agresi Israel ke Jalur Gaza setahun lalu. Dalam salinan pernyataan pers yang diterima oleh Infopalestina kemarin Senin (15/3) Bardawel meneagskan, semua investigasi yang dilakukan tim internasional yang independen, terutama Tim Pencari Fakta PBB yang diketahui oleh Goldstone yang menampik tudingan Israel itu. Dalam laporannya, Goldstone sama sekali tidak menyinggung bahwa Hamas menggunakan anak-anak sebagai tameng manusia atau kelompok sipil, atau masjid. Bahkan laporan itu menegaskan sebaliknya tentang tudingan bohong Israel. Pimpinan Hamas ini meminta kepada dunia untuk memberikan sanksi kepada elit Israel dan memberikan pelajaran kepada mereka sehingga kapok dalam menggelar pembantaian terhadap sipil Palestina. Bardawel menegaskan, sebaliknya Israel yang memutar balikkan fakta. Sebab Israel sesungguhnya yang menggunakan sipil dan anak-anak sebagai tameng manusia. Bardawel menutup pernyataannya bahwa Israel melalui manipulasi fakta ini sebagai pembenaran atas kejahatan mereka dalam melakukan pembantaian, mengebom masjid pada saat jamaah shalat di dalamnya serta membantai sipil Palestina, anak-anak, perempuan dan kaum orang tua. Sebelumnya, media massa Israel menegaskan, bahwa pasukan Israel mengeluarkan laporan yang mereka sebarkan kepada dunia internasional bahwa Hamas menggunakan anak-anak sebagai tameng manusia dan memasang peluncur roketnya dalam menyerang Israel di dekat masjid. (bn-bsyr)
|