Gaza – Infopalestina: Pemimpin Gerakan Hamas, Shalah Bardawil menganggap penangkapan terhadap Mahir Bani Audah, salah seorang komandan di brigade Izzuddin Al-Qossam merupakan kejahatan berlipat ganda Zionis, bekerja sama dengan aparat Fatah di Tepi Barat, di tengah yahudisasi al-Quds dan tempat suci ummat masih berlangsung. Dalam pernyataan persnya, Ahad (14/3) yang dilansir infopalestina, Bardawil mengatakan, kejahatan Zionis yang bekerja sama dengan aparat keamanan Abbas. Kondisi ini membuktikan sejauh mana kedustaan dan prilaku dajjal para pemimpin Fatah atas program rekonsiliasi nasional. Mereka telah menusuk rakonsiliasi di jantung kepentinganya, ketika mereka menyerahkan pahlawan nasional Palestina kepada pihak Zionis. “Tiba saatnya kita memberikan batas waktu bagi arapat Abbas dalam melaksanakan kejahatanya terhadap rakyat Palestina”, ungkap Bardawil. Ia menambahkan, barang siapa yang menyerahkan darahnya untuk musuh, maka akan sangat mudah baginya untuk menyerahkan tanah dan tempat suci ini kepada musuh dalam perundingan langsung atau tidak langsung. Dan dengan itu, musuh Zionis kembali melanjutkan perluasan permukimannya di Tepi Barat. Di akhir, Bardawil mengucapkan selamat kepada Mahir Bani Audah yang tidak mau menyerahkan dirinya untuk penjajahan. Ia tidak mau tunduk pada musuh. Ia tetap bersabar dalam menempuh jihad fi sabilillah. (asy)
|