Damaskus – Infopalestina: -Dr. Ramadhan Abdullah Salkh, sekjen Jihad Islami menegaskan, kejahatan Israel kali ini terhadap Al-Quds dan Al-Aqsha akan membuka peluang bagi pengusiran missal bangsa Palestina. Ia meminta kepada Liga Arab untuk menarik dan membatalkan prakarsa perdamaian Arab dan menyatakan prakarsa itu sudah tewas.
Dalam pertemuan Koalisi Kekuatan Palestina kemarin Senin (15/3) di Damaskus bersama Misyal dan perwakilan faksi Palestina lainnya, Salkh menegaskan, tindakan permusuhan yang dilakukan Israel di Palestina terhadap tempat sucinya, terutama masjid Al-Aqsha, masjid Nabi Ibrahimi adalah permusuhan terhadap umat Islam secara keseluruhan dan terhadap tempat isra Nabi Muhammad saw. Karenanya, umat Islam dituntut untuk bangkit dan mengungkapkan aspirasi mereka dan kemurkaan mereka terhadap tindakan permusuhan ini.
Sekjen Jihad Islami ini meminta kepada Liga Arab untuk mengumumkan habisnya prakarsa perdamaian Arab dengan Israel dan menyatakan prakarsa itu sudah selesai dan tidak mungkin hidup lagi. “Jika tidak mampu memilih alternative perlawanan dalam menghadapi Israel, minimal Liga Arab mendukung kelompok perlawanan dan mendukung hak rakyat Palestina dalam melawan Israel dengan berbagai macam cara,” tegas Salkh.
Salkh mengingatkan bahaya peristiwa saat ini di Palestina jika dibiarkan begitus aja. “Jika Anda lupa dengan tindakan Israel yang saat ini mengancam masa depan masjid Al-Aqsha dengan membaginya atau meyahudikannya, maka dalam waktu depan bangsa Palestina akan tercerabut dari akarnya dan mereka akan diusir secara massal ke luar Palestina,” tegas Salkh.
Sementara dalam forum yang sama, Sekjen Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina – Qiyadah Ammah -, Ahmad Jibril meminta agar otoritas Palestina dibubarkan dan meletuskan Intifadhah Besar-besaran di seluruh wilayah Palestina kemudian di seluruh wilayah di luar Palestina untuk melawan Israel.
“Kami membutuhkan sikap Palestina yang jelas yakni membubarkan Otoritas Palestina yang ada di Ramallah, Abbas harus keluar dari Tepi Barat dan kami sebagai bangsa Palestina mengumumkan dimulainya Intifadhah Besar di seluruh wilayah Palestina dan seluruh warga Palestina di luar Palestina.
Jibril menilai bahwa ajakan untuk menghentikan perundingan langsung dengan Israel atau kadang-kadang seruan perundingan tidak langsung sebagai solusi untuk menekan Palestina agar mengalah dan menyerah. Sebab menurut Jibril solusi mendasar adalah pembubaran otoritas Palestina yang terbukti tidak memberikan apapu kepada bangsa Palestina selama kurun waktu 18 tahun.
Selain itu Jibril mengaitkan hilangnya sikap Arab dan Negara-negara Islam karenanya hilangnya sikap tegas Otoritas Palestina di Ramallah. “Jika tidak ada sikap yang jelas dan tegas, tidak mungkin ada sikap tegas dari Arab dan umat Islam,” (bn-bsyr)
|