Nagev – PIP: Pusat Satudi Tawanan dan HAM “AHRAR” menyebutkan terjadi eskalasi besar pada sikap pihak penjara Israel, yang sebelumnya secara mutlak menolak mendiskusikan masalah diakhirinya isolasi para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel, karena menganggap itu sebagai garis merah yang membahayakan keamanan nasional Israel, demikian menurut dinas intelijen Zionis Israel.
Direktur “AHRAR”, Fuad Khafash mengatakan bahwa sikap melunak ini berasal dari salah seorang direktur intelijen di salah satu penjara Israel. Dia mengusulkan solusi jalan tengah untuk mengakhiri aksi mogok makan. Dia meminta para tawanan yang diisolasi dikumpulkan dalam satu bagian dan para tawanan yang akan dikeluarkan dari isolasi diminta janjinya tidak akan ikut campur urusan di luar penjara dan tidak memberikan pernyataan apapun.
Khafash menyebutkan, usulan ini ditolak para tawanan. Dia mengatakan, para tawanan memberi tahu mereka tidak akan menerima solusi jalan tengah. Karena diakhirinya isolasi yang dialami 19 tawanan Palestina adalah hak yang dijamin hukum internasional, pimpinan tawanan tidak akan menerima penghentian aksi mogok sebelum seluruh tawanan yang dimasukkan ke dalam isolasi dikeluarkan tanpa syarat.
Peneliti HAM ini menambahkan, ini merupakan kekalahan Israel yang sebelumnya selam mengatakan tidak untuk mendiskusikan masalah ini. Ini merupakan awal untuk merealisasikan tuntutan gerakan tawanan.
Khafash meminta lembaga-lembaga HAM agar melakukan aksi solidaritas lebih besar lagi untuk para tawanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara Zionis Israel dan mendukung mereka dalam perang lambung kosong yang dilakukan para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel. (asw)
|