Amman – Infopalestina: Puluhan ribu warga Jordania ikut dalam aksi massa membela masjid Al-Aqsha dan tempat suci di Palestina yang kini sedang dinistakan oleh Israel. Aksi massa ini digelar oleh gerakan Islam kemarin Jumat (12/3) dekat perbatasan Jordania – Palestina dekat makam sahabat Nabi Abu Ubaidah Amir bin Jarrah di wilayah lembah Jordania. Para pengunjuk rasa meminta kepada seluruh warga Arab dan negara-negara Islam untuk segera menyelamatkan masjid Al-Aqsha dan mengingatkan bahwa sikap bungkam akan mendorong Israel semakin berani melecehkan tempat suci di Palestina terutam Al-Aqsha dan rencan perluasan pemukiman yahudi. Para orator menyampaikan bahwa musuh Israel tidak akan gentar kecuali dengan kekuatan dan senjata. Muraqib Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin Dr. Hammam Said menyerukan kepada massa umat Islam untuk membela bangsa dan mengusir Israel. Said menolak dimulainya kembali perundingan dengan Israel. “Perundingan semacam ini merupakan bentuk legitimasi tindakan Israel yang terus menerus melancarkan yahudisasi tempat suci di Palestina. Bahasa kekuatan saya yang bisa mewujudkan hasil, mengembalikan hak, menjaga tempat suci dan menghentikan ketamakan Israel. Kami mengecam sikap wakil presiden Amerika Bidden yang membela Israel dalam menginjak-injak hak Arab dan Islam”. Tegas Said. Ia menyerukan kepada para ulama untuk memimpin massa dalam perang menyelamatkan Al-Aqsha dari tangan bangsa perampas Israel. Ia meminta kepada negara Arab dan Islam untuk menghadapi rencana jahat Israel. Sementara itu, ketua Majlis Syura Partai Buruh Islam Syekh Hamzah Mansur dalam sambutannya menyerukan kepada pemerintah Jordania untuk menutup kedutaan besar Israel di Amman. Ia menyampaikan peran para sahabat yang pernah berada di tanah Jordania dalam membela Islam. Ia menyerukan kepada umat untuk membela Al-Aqsha. “Kemenangan bagi Al-Quds adalah kemenangan bagi Amman, kemenangan Palestina adalah kemenangan Jordania. Masalah Palestina bukan masalah tanah dan bumi, tapi masalah akidah dan masalah agama.” Ia menyerukan kepada pemerintah Jordania agar mengumumkan batalnya perjanjian lembah Arabah. Sebab tidak ada perjanjian bagi yang mengotori dan menistakan kota suci Al-Quds. Ia mengecam tindakan aparat keamanan Jordania yang menangkap lebih dari 10 orang warga hanya karena mengumpulkan dana untuk Gaza. (bn-bsyr)
|