Gaza – Infopalestina: Gerakan perlawanan Islam Hamas, menegaskan, pernyataan sejumlah pemimpin gerakan Fatah membuktikan bahwa mereka tidak mengingin rekonsiliasi untuk mengakhiri perpecahan internal. Sebelumnya Saats mengklaim bahwa Hamas menolak menanda tangani draft Mesir karena benci dan dendam atau karena mereka takut digelarnya pemilu Palestina sebelum rekontruksi Gaza dilakukan. Penolakan ini, ungkap Shaats datang dari para pemimpin Hamas di luar Gaza, walau anggota Hamas yang ada di dalam sangat ingin menanda tangani draft tersebut, tukas Shaat. Juru bicara Hamas, DR. Sami Abu Zuhri dalam pernyataan persnya yang dilansir infopalestina, Sabtu (13/3) mengatakan, pernyataan tersebut tidak imbang dan tidak logic. Tujuanya untuk memalingkan sorotan ummat atas kebobrokan Fatah terbesar akibat memembuka kembali perundingan dengan pihak Israel, walau eskalasi permukiman Israel di Al-Quds semakin massif. Abu Zuhri menegaskan, pernyataan tersebut merupakan bagian dari propaganda mereka untuk menutupi kebobrokan tersebut. Ia menegaskan, semangat rekonsiliasi tidak hanya terdapat dalam draft, yang paling utama justru yang terjadi di lapangan. Dengan pernyataan semacam itu, membuktikan bawah Fatah tidak menginginkan rekonsiliasi. Aksi mereka menangkapi aktivis Hamas di Tepi Barat yang masih berlangsung hingga kini, sebagai bukti kuat bahwa mereka tidak menginginkan rekonsiliasi Palestina-Palestina. Mereka senantiasa menangkapi kade Hamas, tak terkecuali para wanita, orang tua dan anak-anak. (asy)
|