Tepi Barat – Infopalestina: Sebuah skandal kembali dilakukan otoritas Ramallah, di mana otoritas Abbas – Fayyad telah memutuskan mencegah apapun demonstrasi yang mendukung Masjid Al-Aqsha dan al Quds dan mengekang apapun intifadhah baru di Tepi Barat dan al Quds yang bisa meningkatkan laju konfrontasi dengan penjajah Israel dan mengembalikan kepada pilihan perlawanan daripada slogan-slogan dan seruan untuk mengabaikan prinsip-prinsip dan tempat-tempat suci serta kembali ke meja perundingan dengan Zionis.
Milisi Abbas, Selasa (16/3), mengumumkan satatus siaga tinggi dalam jajarannya, khawatir akan pecahnya Intifadah. Dewan Perwira Tinggi yang terdiri dari pimpinan milisi telah dibentuk untuk memantau perkembangan peristiwa. Kontak intensif terus dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak peristiwa al Quds di Tepi Barat.
Sumber Fatah menyebutkan pimpinan milisi Abbas milisi telah menetapkan rencana keamanan untuk mencegah intifadhah yang didasarkan pada perintang langsung dari Abu Mazen (Abbas) untuk mencegah terjadinya perkembangan, demonstrasi atau seruan-seruan yang dapat memperparah keadaan. Dan untuk mencegah semua demonstrasi interaktif dengan apa yang terjadi di msjid Al-Aqsha dan memutus jalan-jalan yang membuat warga Palestina bisa sampai ke titik-titik kontak dengan pasukan penjajah Zionis karena takut terjdi bentrokan!!.
Gerakan Fatah telah menyebarkan pengumuman internal kepada personelnya di Tepi Barat dan al Quds agar tidak ikut dalam konfrontasi melawan penjajah Israel dan memenangkan sebisa mungkin, serta menyerukan penghentian orang-orang terlibat dalam konfrontasi dengan dalih tidak ada gunanya dan menutus jalan-jalan yang bisa dilalui orang-orang Hamas dan perlawanan serta mencegahnya merealisasikan tujuan mereka mempengaruhi masyarakt dan mendorong mereka terlibat dalam konfrontasi dengan penjajah. (asw)
|