Gaza
– Infopalestina: Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri menegaskan bahwa pertempuran dengan penjajah Zionis telah memasuki babak menentukan di tempat-tempat suci. Dia menyerukan orang-orang Palestina, Arab, kaum Muslimin dan pendukung perdamaian di dunia untuk memikul tanggung jawab historis mereka menghadapi bahaya serangan Zionis yang mengancam tempat-tempat suci Islam.
Abu Zuhri memperingatkan akibat dari tindaka Zionis Israel yang terus melanjutkan rencananya untuk menyerang Masjid Al-Aqsha. Dia mengatakan, "Apa yang terjadi di al Quds dan upaya penjajah Israel yang menargetkan Masjid Al-Aqsha adalah sebuah pemutusan sejarah. Karena dengan kejahatannya ini Israel telah melampaui semua garis merah sekaligus menegaskan siapa yang membela al Quds dan tidak.
Dia menambahkan bahwa "apa yang terjadi di al Quds sekarang adalah perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang akan berakibat serius. Karena itu, semua pihak harus melawannya sebelum terlambat. Kami memperingatkan penjajah Israel jangan bermain api, dengan terus melanjutkan kebijakan seperti ini terhadap tempat-tempat suci di Palestina."
Abu Zuhri meminta para pemimpin Fatah untuk menghentikan koordinasi keamanan dengan penjajah dan memberikan kesempatan bagi perlawanan untuk melakukan perannya melawan penjajah. "Kami menyerukan kepada gerakan Fatah untuk mengevaluasi kembali sikapnya mengenai koordinasi keamanan dengan penjajah Israel dan menghentikan tindakannya yang memburu pejuang perlawanan. Karena saat ini sangat membutuhkan keberadaan perlawanan di lapangan untuk menghadapi serangan Zionis. Kami juga meminta penghentian semua bentuk perundingan dengan penjajah secara total," tegas Abu Zuhri. (asw)
|