Alquds – Infopalestina: Kelompok-kelompok ekstremis Yahudi melancarkan kampanye provokatif terhadap warga Palestina pada umumnya dan warga asli al Quds pada khususnya, Muslim atau Kristen, mendesak mereka untuk meninggalkan apa yang disebut "tanah Israel".
Kelompok-kelompok ekstremis Yahudi mengeluarkan pernyataan di jalan-jalan al Quds, Senin (15/3), terkait dengan pembangunan “sinagog yang hancur” di sebelah Masjid Al-Aqsha. Di antara pernyataan itu mengatakan, "tertulis di dalam Taurat bahwa tanah Israel adalah tanah kecil, dan itu hanya untuk orang-orang Yahudi saja, yang lainnya dilarang tinggal di sana secara permanent."
Pernyataan itu juga mengatakan, "Ditulis juga dalam buku-buku para nabi bahwa dengan tidak adanya tindakan kita melakukan tugas ilahi ini, orang-orang Yahudi terusir dan tetap berada di luar negeri selama dua ribu tahun. Sekarang setelah kembalinya orang-orang Yahudi Israel, sudah waktunya orang-orang Israel melaksanakan perintah ilahi ini. Dengan demikian, kami meminta kalian untuk meninggalkan tanah Israel; untuk menjamin perdamaian di negeri ini. Kami menjelaskan kepada kalian tentang pernyataan-pernyataan Alkitab dan Al-Quran untuk masalah ini."
Langkah kaum ekstrimis Yahudi ini terjadi di saat pasukan penjajah Israel memutuskan untuk mengerahkan 2500 personil kepolisian di kota al Quds pada Senin sore untuk jumlah pasukannya hingga mencapai 5.500 prajurit sebelum pembukaan "sinagog yang hancur". (asw)
|