Gaza – Infopalestina: Perdana menteri Palestina, Ismael Haneya meminta pemerintah Fatah di Ramallah membebaskan anggota perlawanan di Tepi Barat, agar mereka dapat membela rakyat dan tempat sucinya dari tangan Zionis. Dalam rapat pekanan, Selasa (16/3) di Gaza, Haneya mengatakan, pemerintah Fatah berupaya mengeliminir gerakan kemarahan rakyat di Tepi Barat. Harusnya mereka membebaskan tangan perlawanan dan rakyat Palestina. Dalam pada itu, Haneya menegaskan pentingnya persatuan rakyat Palestina dalam memerangi siasat musuh dalam hal ini, Zionis. Ia meminta gerakan rakyat dalam membina barisan perlawanan Arab diperluas demi menyelamatkan Al-Quds. Apa yang terjadi sekarang mengungkapkan hakikat konflik antara Palestina dengan Zionis dan akan mendisain masa depan Al-Quds di masa yang akan datang. Ia menambahkan, janganlah khawatir tentang perang agama dan bukan agama atau Al-Quds, wilayah milik Islam. Karena kami memang bergerak dari sisi aqidah kami, sebelum sisi nasionalis ataupun kemanusiaan. Haneya menjelaskan, pemerintah akan ters mengikuti perkembangan. Kabinetnya akan bertanggung jawab penuh terhadap apa yang terjadi terhadap Al-Quds. Pemerintah sangat menghargai upaya rakyat dalam melindungi Al-Aqsha dengan melakukan itikaf di dalamnya. Ia mengatakan, kami bersama kalian, kami dukung kalian. kami tidak akan mundur untuk menyuarakan kemerdekaan dan sikap kita. Kami tidak akan merubah tekad kami. Tidak masa depan bagi penjajahan. Al-Quds bagi kita selamanya. Allah bersama kita. (asy)
|