Nablus – PIP: Ketua Pusat Studi Tawanan dan HAM Fuad Hufasy mengatakan bahwa tawanan dan prosedur Israel untuk mengeluarkan saudara mujahid Mahmud Isa yang diisolasi sejak 13 tahun lalu tidak sesuai dengan tujuan aksi mogok makan yang dilakukan tawanan yakni semua tawanan yang diisolasi harus dibebaskan. Dalam salinan pernyataan kemarin (10/5) yang diterima oleh PIP, Al-Hufasy menambahkan, bahwa otoritas tahanan Israel ingin memberikan solusi parsial dengan mengajukan sejumlah konsesi. Namun hal itu ditolak oleh tawanan secara mutlak. Al-Hufasy menegaskan bahwa sikap Israel mulai goyah sebab mereka tidak berdaya dalam menghadapi ketegaran para tawanan yang mogok makan dan persatuan tekad mereka untuk menuntut hak-hak mereka. Sebelumnya, otoritas tahanan Israel membocorkan sikapnya kepada gerakan tawanan menyetujui pembebasan dua tawanan Palestina yang diisolasi Mahmud Isa dan wartawan Walid Khalid yang ditahan administrasi sejak setahun lalu. (bsyr)
|