Riyadl – Infopalestina: PM Turki, Rejeb Taeb Erdogan menegaskan dalam statemennya yang disampaikan dalam kunjungannya di Saudi bahwa keterlibatan presiden demisioner Palestina Mahmud ABbas dalam perundingan dengan Israel tidak akan menghasilkan apa-apa. Seperti dilansir oleh harian Al-Quds edisi kemarin Rabu (10/3), Erdogan meminta pentingnya melibatkan Hamas dalam perundingan yang akan dilakukan Otoritas Palestina dengan Israel. “Delegasi Amerika untuk perdamaian di Timteng George Mitchael sudah mendapatkan janji dari kedua pihak untuk menggelar perundingan damai”. Tegas Erdogan. Kepada pihak Palestina, Erdogan menyampaikan statemennya, “Saya katakan kepada pihak Palestina; keterlibatan Abbas sendirian tidak akan menghasilkan apa-apa.” Ia menambahkan, bahwa dirinya sependapat dengan delegasi Tim Kuartet untuk Perdamaian Tony Blair yang mengatakan bahwa pertemuan yang tidak diikuti oleh Hamas tidak akan menghasilkan apapun. “Saya sependapat dengan tua Blair.” Tegasnya. Sebelumnya, siding Liga Arab telah memberikan wewenang kepada Otoritas Palestina di Ramallah berupa lampu hijau untuk memulai perundingan tak langsung dengan Israel dengan tenggat waktu paling lama empat bulan. Artinya, perundingan akan dinilai setelah rentang waktu itu. Perundingan sebelumnya dengan Israel, Abbas tidak pernah melibatkan Hamas. Dalam kesempatan yang sama, PM Turki menegaskan hubungan dirinya dengan Israel harus dijalankan dengan adil menuju sebuah tujuan yang bisa menyelamatkan masjid Al-Aqsha dari bahaya yang mengancamnya; misalnya dari terowongan yang digali Israe. Ia meminta kepada dunia internasional untuk menekan Israel agar menghentikan upaya mengubah identitas Arab. “Tempat suci Islam harus dijaga dan tidak boleh dicaplok Israel dan dimasukkan dalam warisan mereka. Tindakan Israel ini sudah menuntut kita turun bertindak tegas.” Tegasnya. (bn-bsyr)
|