Cari
Abbas Akui Lakukan Koordinasi Keamanan dengan Israel
cetakan E-Mail
Warga Tepi Barat Tidak Terkejut
Abbas Akui Lakukan Koordinasi Keamanan dengan Israel
[ 03/01/2010 - 03:06 ]

Ramallah – Infopalestina: Warga Tepi Barat merasa tidak terkejut dengan pengakuan Abbas yang melakukan koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis Israel. Mereka saat ini masih merasakan panasnya (senjata) abbas dan membakar mereka sepanjang waktu, sebagian mereka menyebut Abbas sebagai "pengkhianatan” dan akan memburu Abbas di kuburnya, hingga setelah meninggalnya dan sejarah tidak mengampuninya."

Mohammed Taha, seorang warga di Ramallah mengatakan, "Pengungkapan dan pengakuan mengenai koordinasi keamanan yang dilontaskan melalui lisan Abu Mazen dalam perayaan berdirinya Fatah adalah tamparan yang memalukan (bagi Fatah). Fatah telah berubah dari perlawanan terhadap penjajah menjadi berkoordinasi dengan penjajah. Begitulah yang ingin dikatakan Abbas. Begitulah yang dia inginkan pada (Fatah)."

Dia menambahkan, "Abbas mengatakan dalam kata-katanya sendiri sangat jelas: Kami bekerjasama satu sama lain(dengan Israel)!. Ini, demi Allah, dosa yang melebihi rasa malu; dimana penjajahah telah menjadi hal yang biasa, tolong menolong dan bekerja sama dengannya. Ini menunjukkan berlanjutnya koordinasi yang tidak berhenti dengan penjajah."

Sementara itu Nour Ezzeddine, warga dari Nablus mengatakan, "Kami di Tepi Barat tidak terkejut dengan pengakuan Abbas yang melakukan koordinasi keamanan (dengan Israel). Karena kami menyaksikan itu dengan mata kepala kami sendiri setiap hari. Di mana orang (warga) yang ditahan oleh dinas keamanan Abbas kembali ditahan oleh otoritas penjajah Israel dengan kasus yang sama dan pengakuan yang sama.”

Dr. Abdul Qassim Satar kepada televisi al Aqsha mengatakan, “Siapa yang merenungkan kondisi keamanan di kota-kota Tepi Barat dan desa-desanya, merenungkan kebejatan para pemukim Yahudi yang dilindungi pasukan penjajah Israel dan menyaksikan tindakan kader-kader elit pasukan ini saat melakukan aksi eksekusi dengan darah dingin di jantung kota Nablus; mungkin dia akan dikejutkan dengan apa yang terjadi dalam rincian akibat koordinasi keamanan ini, baik itu diakui atau disangkal oleh Otoritas Palestina.” Qassim mengatakan, "Koordinasi keamanan ada dalam pernjanjian Oslo. Itu bukan merupakan hal baru."

Pembunuhan terhadap tiga pemuda di Nablus beberapa hari lalu mendorong lebih dari satu pemimpin Palestina – terutama dari gerakan Fatah dan beberapa tokoh di kota Nablus – untuk melontarkan pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan, sebagian menuntut penghentian koordinasi keamanan, dan yang lain menampik adanya segala bentuk hubungan keamanan (dengan Israel), dan inilah yang sangkal oleh Abbas dalam pidatonya dan di hadapan seluruh dunia.

Dr Azmi Bishara, melalui televisi aljazeera menjelaskan bahwa koordinasi keamanan dimaksudkan untuk mengubah mentalitas Palestina dan merubahnya dari seorang pejuang menjadi orang yang tunduk kepada penjajah. Itu adalah pengkhianatan dalam kebiasaan yang dikenal bangsa-bangsa. Dan ini adalah salah satu poin dari "perjanjian Oslo". (seto)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705