Gaza
– Infopalestina: Wakil PLO di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, mengatakan ada kemungkinan pihak-pihak Palestina melakukan apa yang disebutnya pelanggaran terhadap entitas Zionis. Pernyataan ini mendapatkan kecaman dari pemerintah Haniyah di Jalur Gaza dan menyebut, "Ini jauh lebih serius dari kejahatan penarikan "Laporan Goldstone" pertama kali."
Jurubicara pemerintah Palestina Taher Nunu mengatakan pernyataan-pernyataan wakil PLO memberikan kesempatan untuk menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Israel dalam agresi di Jalur Gaza, dan mendorong Israel untuk memulai agresinya pada rakyat Palestina.
Dia mengatakan, "Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah yang menggambarkan sebuah bangsa di bawah penjajahan mengatakan salah satu pihaknya melakukan apa yang disebut sebagai pelanggaran terhadap pihak yang menjajah, bukannya membela hak rakyat yang melawan para perampas." Dia menyatakan bahwa pernyataan itu tidak mencerminkan sikap rakyat Palestina. Dia penyalahgunaan forum internasional oleh otoritas Ramallah untuk memprovokasi internal dan mencoba membebaskan penjajah dari kejahatan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Juru bicara pemerintah Palestina di Gaza menyatakan penarikan "Laporan Goldstone" pertama kali terjadi dengan kesadaran penuh dan dalam rangka bersekutu dengan penjajah dalam perang terhadap Gaza, turut serta penuh di dalamnya. Permintaan voting ulang terjadi karena tekanan rakyat setelah munculnya skandal di depan publik.
Nunu menjelaskan bahwa persekutuan otoritas Ramallah dengan penjajah sudah teramat jauh, dalam upaya memanfaatkan forum internasional untuk melakukan kontra terhadap perlawanan dan rakyat Palestina. Bukti nyata dari itu adalah kesamaan pidato politik delegasi penjajah dan delegasi Otoritas Ramallah.
Dia menekankan bahwa permusuhan terhadap perlawanan Palestina telah menjadi salah satu bagian partisipasi bersama otoritas Ramallah dan penjajah Israel. Beberapa hari lalu, Mahmud Abbas mengumumkan menolak segala bentuk perlawanan dan sekarang delegasi di PBB ingin menggalang masyarakat internasional kontra perlawanan secara total, sama seperti yang dilakukan perwakilan Zionis yang memberi penegaskan pada kemitraan ini. (seto)
|