Amman – Infopalestina: Ketua Dewan Parlemen Palestina Dr. Aziz Duwaik menampik dirinya pernah menyatakan bahwa akhir bulan ini akan ada tanda tangan rekonsiliasi Palestina setelah Hamas mendapatkan jaminan dari Mesir. Dalam pernyataan yang dilansir Koran As-Sabil Jordania kemarin Jumat (13/11), Duwaik menegaskan, “Saya katakana dengan jelas dan terus terang bahwa Hamas meminta revisi draft rekonsiliasi karena keberatan dengan sejumlah hal yang tidak menyangkut masalah inti kesepakatan namun masalah procedural. Jalan keluarnya adalah piagam tambahan kepada piagam Mesir yang bisa memuaskan semua faksi perlawanan. Dan gelagat politik menunjukkan ke baik menuju rekonsiliasi yang hakiki” tegasnya. Soal jabatan presiden Otoritas Palestina jika presiden Abbas mengundurkan diri, Duwaik menegaskan bahwa dirinya tetap kepada rekonsiliasi, kesepakatan nasional dan menghentikan perpecahan dan masih ada sela dan peluang untuk dialog lebih jauh dan terus berkembang. “Saya menghormati undang-undang Palestina yang menegaskan jika presiden Palestina mengundurkan diri maka ketua parlemen yang menggantikannya selama 60 hari kemudian setelah itu digelar pemilihan baru. Itulah undang-undangnya” Ia menambahkan, pihaknya komitmen dengan konstitusi dan lebih mementingkan kesepakatan nasional sebagai solusi alami dan hakiki. “Sayangnya, ucapan saya diselewengkan dan dipilih-pilih” tegasnya. Infopalestina sendiri melansir statemen Duwaik dengan benar dan teliti yakni Duwaik berharap akan ada tandatangan kesepakatan rekonsiliasi akhir bulan ini setelah sejumlah hal diatasi terutama yang menjadi keberatan Hamas. (bn-bsyr)
|