Gaza – Infopalestina: Gerakan Hamas menegaskan, pidato presiden Mahmod Abbas di sidang pembukaan Dewan Pusat PLO penuh dengan kontradiksi, manipulasi, penyesatan opini publik. Sumber di Hamas menegaskan kemarin Selasa (15/12) bahwa Abbas berusaha menuding Hamas bertanggungjawab atas terhambatnya rekonsiliasi. Sementara Abbas masa bodoh dengan tanggungjawabnya sendiri karena lebih menuruti syarat-syarat tim kuartet dan mengakui Israel serta menolak pembebasan tapol dari penjara-penjara di Ramallah. Lebih dari itu, Abbas juga menolak pengkondisian penyelenggaraan pemilu bersih dan tranparasan di awal 2010. Sumber menambahkan, Hamas adalah gerakan pertama yang menolak perpanjangan periode parlemen Palestina dan jabatan presiden sebagai alternatif dari pemilu. Dan Abbas memperpanjang di tahun kelima masa jabatan presidennya yang merupakan pelanggaran terhadap undang-undang Palestina yang menetapkan masa jabatan empat tahun. Hamas merasa heran dengan kontradiksi dalam pidato Abbas yang menyatakan dirinya berpegang teguh dengan prinsip nasional Palestina. Padahal ia melakukan sejumlah konsensi dan mengalah. Anehnya tindakan itu disebut Abbas sebagai keberanian ketika mengakui keputusan internasional nomer 242 dan 338 yang melegalisasi eksistensi Israel di atas 78% tanah Palestina. Hamas menyatakan, Mahmod Abbas mengaku berpegang dengan prinsip hak kembali pengungsi Palestina namun pada saat yang sama ia mengadopsi prakarsa Arab untuk perdamaian dimana masih menganggap hak kembali pengungsi Palestina masih bisa ditawar. (bn-bsyr)
|