Damaskus – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menampik berita yang dilansir media massaIsrael seputar ujicoba roket baru yang dilakukan gerakan Hamas.
Anggota Biro Politik Hamas Izet Rasyq dalam pernyataan pers tertulis kemarin, Sabtu (14/11), mengatakan bahwa berita yang dilansir media massaIsrael tersebut sama sekali tidak benar.
Rasyq menilai apa yang diberitakan media massaIsrael tersebut sebagai langkah untuk memprovokasi gerakan Hamas dan mempersiapkan suasana untuk melakukan agresi baru ke Jalur Gaza.
Seperti dilansir sejumlah media massa Israel, Jum’at (13/11), disebutkan bahwa Brigade al Qassam, sayap militer Hamas telah melakukan latihan peluncuran roket jarak jauh yang bisa menembus Tel Aviv di sebelah selatan Jalur Gaza dekat laut Meditrania.
Surat kabar Israel Ma’arev di halaman situsnya mengklaim, dari sumber-sumber keamanan Israel bahwa latihan itu sudah dilakukan dan jenis roket itu sama dengan yang dimiliki Hizbullah Libanon. Selain itu situs juga melansir dari sumber Palestina bahwa gerakan Hamas melepaskan roket tersebut ke wilayah selatan Jalur Gaza ke arah laut yang merupakan latihan kedua selama 10 hari terakhir.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Militer Israel Amos Yadlen mengkalim bahwa sekitar 10 hari terakhir Hamas berhasil melakukan ujicoba peluncuran roket jarak jauh melebihi 60 km yang bisa menembus kota Tel Aviv.
Yadlen menambahkan, Hamas pasca agresi Israel ke Gaza memiliki sejumlah roket jarak jauh di antaranya yang berjarak 75 km.
Sumber Palestina yang enggan disebutkan namanya kepada Ma’arev menyebutkan, Hamas mampu menyelundupkan senjata yang sudah dikembangkan dan sarana perang dalam jumlah besar dalam pekan-pekan terakhir di antara roket buatan Iran jenis Fajar yang bisa menjangkau jarak 75 km dan jenis roket lain.
Namun Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, menolak mengakui kebenaran berita tersebut. (seto)
|