Tepi Barat-Infopalestina : Ketua parlemen Palestina, DR. Aziz Duwek mengatakan, pemerintah Ramallah berhadapan dengan tekanan negara-negara besar dalam rapat rekonsiliasi beberapa waktu yang lalu. Dalam wawancaranya dengan Risalahnet yang terbit Sabtu (7/11) Duwek menambahkan, ada sejumlah tekanan asing yang tidak menginginkan rekonsiliasi tercapai guna mengakhiri perpecahan internal. Juru runding Palestina hendaknya mengkaji ulang sikapnya tersebut. Padahal, kalau ia ma, justru akan mendapatkan kebaikan jika bareng-bareng dangan gerakan perlawanan dalam menghadapi semua tekanan tersebut. Seperti dari Amerika dan Zionis misalnya. Terkait dengan agenda perdamaian dengan Israel, Duwek menjelaskan, politik Amerika terhadap kawasan Arab, khususnya Tepi Barat belum berubah. Yang seharusnya berubah adalah kita. Dan terkait tawanan politik di Tepi Barat, Duwek mengatakan, penangkapan terhadap para pemimpin gerakan Islam dilakukan untuk memaksa mereka agar merubah sikap loyalitasnya dengan menggunakan cara-cara baik kasar maupun lembut, baik dengan iming-iming hadiah hingga ancaman yang sangat buruk. Duwek menjelaskan semakin hari, kondisi tapol di Tepi Barat maih buruk. Situasi ini sangat menyedihkan. Ia mempertanyakan kasus ini terus terjadi. Seorangpun tak dapat melukiskan situasi penangkapan yang terjadi hampil tiap hari di Tepi Barat, ungkapnya. (asy)
|