Kafr Kana – Infopalestina: Pihak berwenang penjajah Zionis dan sayap-sayap operasionalnya terus melakukan penggalian di bawah Masjid Al Aqsha dengan sangat cepat. Baru-baru ini terungkap aktivitas pengeboran baru di ujung lorong asy Syarf sejauh puluhan meter dari masjid Al-Aqsha dari arah barat; sebagai pendahuluan untuk membelah dua terowongan dan pemasangan dua tanggga listrik yang menghubungkan antara lorong asy Syarf yang dirampas otoritas penjajah pada tahun 1967, area al Burak (tembok ratapan dalam klaim Yahudi) dan gerbang Mugharaba, salah satu gerbang Masjid Al Aqsha.
Hal itu dilakukan Israel dalam rangka untuk menampung sebanyak mungkin kelompok-kelompok Yahudi dan kaum pendatang Yahudi ke Tembok Ratapan dan pintu-pintu masjid Al-Aqsha, terutama gerbang Mugharabi yang menjadi jalur kaum ekstrimis Yahudi dalam menyerbu ke masjid.
Wakil Ketua Geakan Hamas di Palestina 1948, Syaikh Kamal Khatib, mengomentari rencana Zionis yang sejauh ini sebagiannya sudang terungkap, yang bertujuan untuk melakukan yahudisasi al Quds, mengatakan, "Ini membuktikan bahwa masjid Al-Aqsha di hari-hari ini menghadapi bahaya lebih besar dari sebelumnya. Ketika kami mengatakan pada tahun 1996 bahwa Al-Aqsha sedang dalam bahaya, perkataan ini berdasarkan pembacaan realitas secara benar."
Dalam dialog dengan kantor berita Arab "Quds Press" pada hari Sabtu (28/11), Syaikh al Khatib mengatakan bahwa "apa yang sedang terjadi hari ini menegaskan apa yang kami pernah katakana. Pernyataan-pernyataan "Israel" menegaska bahasa ini. Israel sedang berusaha untuk menyiapkan opini publik Arab dan Muslim untuk menghancurkan masjid al Aqsha." Dia menyatakan bahwa warga Palestina dalam (yang tinggal di wilayah Palestina tahun 1948), hari ini mereka ada di "garis pertama untuk mempertahankan masjid Al-Aqsha."
Al Khatib menyatakan bahwa hubungan antara Palestina dan entitas Zionis 48 sangat tajam. Kondisi gerakan Islam berada di garis Hijau, di bawah ancaman yang terus meningkat dari Zionis Israel dan dianggap sebagai "di luar hukum". (seto)
|