Gaza – Infopalestina: Eks tahanan dan peneliti urusan tahanan Abdul Nasher Farwna meminta kepada semua pihak pemerintah dan non pemerintah untuk mempriotaskan tahanan lama di penjara Israel sejak tahun 1994. Dalam pernyataannya kepada Infopalestina hari ini Kamis (17/12) Farawna menyerukan pentingnya memperhatikan nasib dan hak legal tahanan untuk bebas. Terutama dalam perjanjian pertukaran tawanan Shalit dengan tahanan Palestina agar tidak melewatkan tahanan lama Palestina. Sebab perjanjian pertukaran tidak akan ada gunanya jika tanpa membebaskan tahanan lama. Pernyataan ini disampaikan Farawna setelah ia melakukan kontak dan hubungan surat-menyurat dengan tahanan Palestina di penjara Israel. Tahanan lama adalah mereka yang ditangkap sebelum perjanjian Oslo dan berdirinya Otoritas Palestina pada Mei 1994 yang jumlahnya mencapai 318, 44 di antaranya dari Al-Quds, 20 dari wilayah jajahan 48, 1 dari Golan dan lainnya dari Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ia menegaskan, ada 111 tahanan sudah lebih 20 tahun di penjara, 13 tahanan lebih dari seperempat abad. Tahanan paling lama adalah Nail dan Fakhri Barghoti yang sudah di penjara sejak 32 tahun lebih sejak tahun 1978. Sejumlah usulan Farawna adalah: Dibentuk kampanye nasional bebaskan tahanan lama dalam perjanjian pertukaran dengan Shalit, kampanye harus dilaunching oleh departemen tahanan Palestina, Jalan-jalan Palestina harus dihias oleh gambar tahanan lama Palestina, Penerbitan buku dan selebaran mencakup nama-nama tahanan lama Palestina sejarah penangkapan mereka dan alamat rumah mereka yang dibagikan gratis. (bn-bsyr)
|