Gaza – Infopalestina: Program Gaza untuk Kesehatan Mental menegaskan, luka yang diderita oleh anak-anak Gaza tidak hanya butuh terapi mental professional namun butuh perwujudan keadilan yang pasti akan berimbas lebih baik bagi masa depan mereka. Sebab hak mereka adalah menjadi bahagia dan menikmati masa kanak-kanak mereka serta masa depan lebih baik. Dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina kemarin Kamis (19/11) Program menambahkan, advokasi terhadap hak-hak anak membutuhkan lebih kepada sekedar retorika dan mengulang-ulang jargon lama yang hanya menambah keresahan atas kondisi tidak manusiawi kepada anak-anak saja. Dalam rangka periangatan tahunan konvensi hak anak, Program meminta agar menjaga hak anak dari segala upaya menyakiti mereka. Caranya dengan menggalang dukungan internasional untuk mencegah kekerasan terhadap anak secara berkelanjutan dan sistematis. Program mengingatkan Gaza saat ini mengalami aksi pencekikan pelan-pelan sebab berada dalam blockade selama lebih dari tiga tahun. Karenanya, ia menyerukan pentingnya mengakhiri blockade dari Jalur Gaza melalui tekanan politik internasional dan kerja professional secara sistematis. Program Gaza menegaskan, ratusan anak-anak dan pemuda Palestina mengalami aksi penahanan di penjara-penjara Israel, menjadi korban pembantaian dan aksi kejahatan bar-bar Israel di musim dingin tahun lalu. Karenanya, Program Gaza mengkritik masyarakat internasional yang membicarakan perdamaian dan supremasi hukum namun di sisi lain hak anak-anak Palestina dilanggar tanpa ada sanksi hukum yang jelas. Program ini menegaskan, blockade penuh terhadap Gaza selama tiga tahun mendorong warga Gaza meluncur kepada kehancuran ekonomi dimana angka pengangguran mencapai 50 % sementara 60 % warganya hidup di bawah garis kemiskinan seperti dalam laporan PBB. (bn-bsyr)
|