Ramallah – Infopalestina: Dr. Mahmod Romhi Sekjen parlemen Palestina menegaskan, departemen wakaf di pemerintah illegal Salam Fayyadl menghalangi keluarga syuhada Hamas menerima penghargaan dari pelayan dua kota suci berupa perjalanan haji dan melarang mereka untuk mengikuti konferensi internasional tentang tahanan di kota Jericho. Dalam statemennya kepada kantor berita Shava kemarin Rabu (25/11) Rohmi menegaskan, kami dikagetkan dengan pengecualian korban syahid di gerakan Hamas dari penghargaan berupa perjalanan haji gratis tahun ini padahal mereka sudah diberitahu tentang itu dan sudah divaksin serta sudah diberikan dokumen yang dibutuhkan. Wakil gerakan Hamas ini menegaskan, keluarga syuhada dari gerakan Hamas sudah menyiapkan diri dan mengirim passport perjalanan ke Jordania untuk menunggu terbitnya visa buat mereka. Namun mereka dikagetkan dengan pergantian nama mereka dengan nama orang lain karena afiliasi faksi-faksi di Palestina. Nama-nama baru itu adalah dari faksi PLO. Padahal jumlah mereka yang mendapatkan penghargaan puluhan orang yang mukim di Tepi Barat. Romhi menambahkan, masalah haji saat ini di Palestina ditangani oleh orang-orang yang tidak amanah dan menyia-nyiakan hak serta diskriminatif dalam melayani rakyatnya, terutama tergadap keluarga syuhada Palestina dari gerakan Hamas. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz telah memberikan hadiah perjalanan haji gratis kepada lebih dari 2000 warga Palestina dari keluarga korban syuhada di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, pemerintah Ramallah juga melarang keluarga syuhada baik dari Hamas atau Jihad Islami ikut konferensi internasional soal tahanan di Jericho. Menurut sumber khusus, para pemberi tiket dari Eropa mensyaratkan kepada kementerian tahanan agar tidak memberikannya kepada gerakan Hamas atau Jihad Islami. (bn-bsyr)
|