London
– Infopalestina: Salah seorang anggota Dewan Revolusi Fatah menegaskan bahwa pertemuan Dewan Revolusi yang berlangsung Minggu malam di Ramallah, diwarnai lontaran tuduhan pada kebijakan Salam Fayyad, perdana menteri pemerintah inkonstitusional di Tepi Barat. Mereka menegaskan bahwa pemerintah Fayad sedang membangun tahap "kudeta tak berdarah".
Salah seorang anggota Dewan Revolusi Fatah, seperti dikutip surat kabar "Alquds Alarabi", Selasa (10/11), mengatakan, "Sejumlah anggota dewan melancarkan serangan keras pada Fayyad. Mereka melihat bahwa kebijakannya di Tepi Barat sedang membangun tahap "kudeta tak berdarah". Hal itu dinyatakan sebagai tanggapan atas rencana yang diumumkan Fayyad yang bertujuan untuk mendirikan negara Palestina dalam waktu dua tahun."
Masih menurut anggota dewan revolusi Fatah, kondisi ketidakpuasan dari para anggota ini disebabkan oleh karena rencana Fayyad ini telah dipersiapkan dan diumumkan tanpa konsultasi dengan gerakan yang memimpin "PLO" dan Otoritas Palestina, karena keberadaannya berkaitan dengan rencana perdamaian ekonomi yang diadopsi oleh (Israel).
Fayyad telah mengumumkan pada akhir bulan Agustus lalu program kerja pemerintahnya mencakup pendirian negara Palestina pada tahun 2011 bahkan tanpa menunggu hasil negosiasi dengan entitas Zionis.
Rencana ini bersandar pada penyatuan institusi Otorita Palestina dan perhatian terhadap aspek ekonomi melalui pembentukan sebuah bandara di Lembah Yordania, pelabuhan-pelabuhan dan jalur kereta api. (seto)
|