Tepi Barat – Infopalestina: "Pusat Studi Tahanan" menegaskan ada kekhawatiran di kalangan keluarga tahanan yang mendekam di penjara Zionis Israel di tengah-tengah hujan yang mengguyur penjara-penjara tempat mereka ditahan dan adanya informasi kurangnya pakaian, selimut dan sepatu; karena adanya larangan kunjungan keluarga tahanan khususnya dari Jalur Gaza. Ditambah lagi tersebarnya penyakit, khususnya influenza, di tengah-tengah penelantaran medis dan kurangnya obat-obatan serta pengobatan yang semestinya.
Pusat Studi Tahanan dalam siaran pers, hari ini, Rabu (30/12), mengatakan bahwa larangan kunjungan dalam jangka waktu yang lama dengan dalih keamanan palsu, tidak adanya kemungkinan memasukkan kebutuhan seperti pakaian, selimut dan sepatu, dengan memperlambat penyediaan selimut dan pakaian dari gudang atau "kantin" dengan harga yang mungkin bagi pendapatan tahanan di penjara; semakin meningkatkan penderitaan tahanan.
Pusat Studi Tahanan melaporkan saat ini sedang tersebar penyakit di penjara-penjara Israel seperti batuk berat dan dingin, yang semakin melipatgandakan krisis kesehatan tahanan dan mempercepat penyebaran penyakit menular di penjara, seperti influenza yang disebabkan oleh padatnya penjara dan tidak ada perhatian medis dari pihak manejemen penjara.
Direktur "Pusat Studi tahanan", Raafat Hamduna, meminta semua organisasi hak asasi manusia, terutama "Palang Merah", untuk menekan penjajah Zionis Israel agar mengizinkan kunjungan secara normal dan memasukkan pakaian, selimut dan sepatu melalui keluarga tahanan, serta memantau kasus-kasus penyakit dan memberikan perawatan yang tepat dan segera kepada pasien tahanan tanpa menunda-nunda. (seto)
|