Abu Dabi – Infopalestina: Sebuah harian Uni Emiret mengkritik bungkamnya negara-negara Arab terhadap aksi yahudisasi kota Al-Quds padahal Eropa melakukan langkah ke arah ini. Di editorial harian AlBayan edisi kemarin Jumat (4/11) dengan judul “Absennya Arab di tengah Pengosongan Al-Quds” bahwa serangan yahudisasi terhadap Al-Quds timur sudah semakin akut dan sistematis. Namun saat ini semakin menegangkan. Sebab Israel berusaha mewujudkan dua tujuan segera; mengubah perimbangan demografi untuk kepentingan yahudi dan memutus urat nadi hubungan geografi antara wilayah timur Al-Quds dan Tepi Barat. Anehnya, tegas koran ini, aksi Palestina dan Arab untuk menghadang yahudisasi ini tidak seperti yang diharapkan. “Seakan ada kondisi vacum dari aksi menghadapi pengosongan Israel terhadap Al-Quds. Padahal pihak lain – terutama Eropa – melakukan prakarsa mengingatkan bahaya yahudisasi ini. bahkan mereka mengambil langkah penolakan terhadap aksi sabotase dan perampasan Israel di Al-Quds”. Imbuhnya. Harian mengisyaratkan, mereka yang berkompeten dan pemegang kebijakan justru “bersorak” padahal orang asing sudah bergerak. Ini kontradiktif yang tidak bisa dipercaya oleh mata, tegasnya. Apalagi Israel menggunakan segala macam cara untuk mengosongkan Al-Quds dari warga Palestina, baik dengan cara dibeli tanahnya atau disita dan digusur, membuka terowongan, menutup lembaga sosial, yahudisasi masjid Al-Aqsha dan membuat syarat-syarat yang memberatkan dalam izin bangunan dan seterusnya. Di samping itu, belakangan ini, Israel secara intens melakukan aksi penyitaan paksa terhadap kartu identitas berwarna biru khusus bagi warga Al-Quds. (bn-bsyr)
|