Gaza-Infopalestina : Pengamat politik Zionis dan pakar masalah Palestina, Dani Galiet menyebutkan, presiden demisioner, Mahmud Abbas mempertaruhkan jabatan politiknya dengan Zionis dan dunia untuk menyingkirkan Hamas. Abbas melemparkan kartu terakhirnya ke atas meja perundingan, setelah ia mengumumkan tekadnya untuk menggelar pemilu tahun depan guna mengusir Hamas dan mencopoti legalitasnya. Dalam pernyataan persnya pada harian Israel, Ahad (8/11) pengamat Zionis ini mengatakan, tujuan Abbas sangat jelas. Ia tidak menginginkan pemilu sebenarnya. Yang ia inginkan adalah melanggengkan situasi Palestina saat ini tanpa pemecahan masalah. Abbas menginginkan tetap menjadi pemiimpin pemerintahan dan perundingan yang terus menerus dengan Israel tanpa mencapai satu kesepakatan apapun dengan mereka. Sementara itu, Galeit mengisyaratkan pentingnya Abbas memberikan kesempatan kepada lain untuk berbuat. Public Palestina tidak terpengaruh dengan pernyataan Mahmud Abbas yang tidak akan mencalon diri dalam pemilu mendatang, ungkapnya. (asy)
|