Cari
Lintas Peristiwa
10 September
2005
Pasukan Zionis Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza dalam rangkaian rencana sepihak yang dilakukan oleh Ariel Sharon
2003
Dr. Mahmud Zahhar, salah satu tokoh Hamas dan mantan Menlu Palestina, selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur milik Zionis Israel saat menggempur rumahnya. Namun akibat serangan brutal itu, anaknya, Khalid dan salah satu pengawalnya gugur syahid
1947
Konferensi Palestina di London diselenggarakan dengan dihadiri oleh perwakilan negara-negara Arab, Majelis Umum Liga Arab dan pemerintah Inggris tanpa dihadiri delegasi dari Palestina
... arsip
Israel di Ujung Tanduk
cetakan E-Mail
Israel di Ujung Tanduk
[ 12/01/2010 - 08:11 ]

 

Wail Abdur Razzaq Al-Munaimah

Jika mengamati entitas Israel sejak 60 tahun, sejak berdiri di tanar air Palestina, akan menemukan tingkat jatuhnya etika, moral, ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penulis akan merangkum data resmi Israel yang menegaskan bahwa Israel sebagai entitas yang dibangun di atas darah, luka, penderitaan anak bangsa Palestina sudah dekat kehancurannya. Data resmi menyebutkan, 85 persen elitnya, politisi dan jurnalistik, masuk dalam kerusakan birokrasi dan korupsi. Sementara 86 persen di antara mereka menegaskan, pemerintah Israel akan pasti gagal karena korupsi sudah mengakar.

Terbukti, partai-partai politik Israel adalah pihak paling korup di mata orang Israel. 40 persen para pengamat Israel menegaskan bahwa 23 persen dari anggota Knesset adalah paling korup dan 7 persen mereka mengatakan, media massalah yang korup.

Data resmi ini termuat pada saat opini dunia soal korupsi terjadi di 69 persen negara dunia melibatkan 80 ribu warga. Dan Israel termasuk jajaran tertinggi di antara negara-negara yang diterpa korupsi.

Di sisi lain, hasil Komisi Keselamatan Anak di Israel belakangan melansir laporan tahun 2009 bahwa lebih dari 2000 anak masuk Rumah Sakit akibat tindakan kekerasan kekeluarga, termasuk kekerasan seksual.

Tahun 2008, tercatat 2281 kasus di rumah sakit anak-anak mengalami kekerasan dalam rumah tangga sebanyak dibanding hanya 1989 kasus di tahun 2000. 13,2 persen dari mereka menjadi korban kekerasan seksual, atau sekitar 300 anak.

Studi lain menegaskan, 31 persen dari 7770 anak yang telah diintrogasi mengaku menjadi korban kekerasan seksual dan 8 persen menyaksikannya dan 4,7 persen dicurigai sebagai pelakunya.

Sejumlah pusat bantuan dan advokasi korban kekerasan seksual di Israel mempublikasikan laporannya bahwa selama 2008 ada 8729 pengadulan, 7419 wanita dan 1292 lelaki.

Dari angka di atas, 2796 kasus upaya pemerkosaan dan 386 pemerkosaan massal dan sisanya kasus pengejaran dan kekerasan seksual.

Di sisi lain, harian “Israel to day” menyebutkan, kelesuan ekonomi Israel yang kini menerpa sangat sulit dan sangat berbahaya yang dilansir beberapa bulan lalu. Berdasarkan data baru dari Pusat Statistik Pusat, ekonomi Israel menurun hingga 3,9 persen di kwartal pertama tahun 2009 sehingga kesejahteraan individu menurun hingga 5,7 persen.

Harian ini melansir angka lain di bidang eksport industri yang merupakan urat nadi ekonomi Israel yang turun hingga 5,4 persen. Angka pengangguran juga naik menjadi 7,6 persen di kwartal pertama 2009 dibanding dengan 7,8 persen 2,5 tahun lalu. Jumlah pengangguran mencapai 240 ribu orang, dibanding 117 orang di tahun sebelumnya. Jumlah pengangguran diperkirakan mencapai 342 ribu pengangguran hingga akhir tahun 2009 dan akan terus meningkat.

Angka-angka ini menjadikan kita yakin bahwa Israel berada di bibir jurang kehancuran. Terutama, setelah berakhirnya “raja-raja’ “ mereka yang jahat. Ini adalah pesan bagi semua pihak yang mendekat kepada musuh Israel dengan berbagai prakarsa. Padahal Israel sebenarnya “lebih rapuh dari rumah laba-laba” meminjam istilah Al-Quran. (bn-bsyr)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705