Al-Quds – Infopalestina: Syekh Raid Shalah, ketua gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan tahun 1948 menegaskan, Israel meski berusaha sekuat tenaga, mereka tidak akan menggusur kegembiraan warga Palestina di hari Idul Adha, terutama di Al-Quds. Dalam khutbah Iednya kemarin Jumat (27/11) dekat kamp pengungsi keluarga Aal Al-Ghawi di kampung Syekh Jarrah dimana rumah-rumah warga Palestina di sana diancam Israel akan dihancurkan dan digusur untuk yahudisasi di kota Al-Quds, Syekh Raid Shalah menegaskan, “Kami tidak akan mendapatkan tanah yang lebih berharga dari tanah air Palestina, atau bumi atau perbendaharaannya, atau yang lebih agung identitasnya. Kami katakana kepada Israel, kalian tidak akan bisa merampas itu dari kami, kami akan tetap bertahan, bertahan dan tetap tinggal di sini”. Ia menambahkan, rakyat Palestina tidak akan memperbolehkan bagi Israel untuk menggusur tanah air Palestina. “Anak-anak kami, rumah kami, jalan-jalan kami, desa Syekh Jarrah, Salwan, Isawiyah, Raas Amod, Wadi Jaoz, dan setiap rumah di Al-Quds merayakan kegembiraan Idul Adha.” Tegasnya. Syekh Raid menegaskan, warga Al-Quds dan Palestina semuanya akan membela hak-hak mereka meski berbagai kesulitan diciptakan oleh Israel. “ini akan menjadi janji untukmu wahai Al-Quds dan Al-Aqsha”. Tegas Raid. Ia menegaskan, rakyat Palestina adalah pemegang hak di Al-Quds dan meski Israel membuat rencana jahat untuk diyahudikan, maka identitasnya akan tetap bernafas Arab dan Islam dan akan kembali kepada pemiliknya yang hakiki bukan kepada penjajah. Sementara itu, jamaah shalat Idul Adha tahun ini memenuhi masjid Al-Aqsha hingga luber ke jalan-jalan dan halamannya. Hal itu terjadi pada saat Israel melancarkan ancaman terhadap masjid Al-Aqsha untuk menyerang dan menggusur rumah-rumah mereka. (bn-bsyr)
|