Gaza – Infopalestina: Dinas Kebudayaan Palestina kemarin Senin menegaskan, keputusan pembagian wilayah Palestina hanya menjadi salah satu konspirasi terhadap rakyat Palestina melalui mediasi PBB yang seharusnya sebagai pihak yang tidak memihak. Dalam salinan pernyataan persnya kemarin Senin (30/11) yang diterima oleh Infopalestina dinas menegaskan, keputusan pembagian wilayah – yang hanya semakin memberikan legalitas kepada pelaku kejahatan (Israel) untuk semakin mengkristalkan entitas Israel yang menggurita dan menjadi kanker bagi Palestina dan bangsa Arab pasca Janji Balfour dideklarasikan – hanya bertujuan membagi-bagi geografi Palestina dan menciptakan realitas bagi di wilayah Palestina untuk diberikan kepada Israel yang didukung oleh negara-negara kolonialisme setelah kesepakatan Sykes-Picot. Dinas Kebudayaan Palestina menambahkan, konspirasi berlangung hingga kini melalui dukungan mereka terhadap Israel dan mengukuhkan keberadaan mereka serta memberikan legalitas kejahatan mereka. Bahkan mengintimidasi kawasan Timteng secara keseluruhan selama bertahun-tahun. Dinas ini juga menegaskan, rakyat Palestina menolak pembagian wilayah ini karena dianggap sebagai keputusan ilegal. Selain itu karena keputusan itu mendukung kekuatan dlalim dan rakyat Palestina tidak akan tunduk kepada konspirasi berkelanjutan terhadap mereka. Rakyat Palestina juga tidak akan menyetujui semua jenis perundingan politik yang tidak menjamin kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka, mereka tidak akan lupa hak mereka di Palestina, dan hidup bebas dan damai serta aman, meski masa penantian itu lama. (bn-bsyr)
|