Gaza-Infopalestinna: Para peserta workshop yang diadakan Kementrian Urusan Tahanan dan Eks Tahanan Gaza, Selasa (9/2) dihadiri Menteri tahanan Palestina Muhamad Faraj al-Goul sepakat membentuk Komite Tinggi Nasional Pembelaan Tahanan Palestina di penjara Israel. Selain itu mereka sepakat membentuk komite-komite publikasi, undang-undang dan aktivitas lainnya, pelatihan dan pembekalan serta komite penguatan pelayanan dan proyek-proyek serta komite internasional dan lokal untuk menyelesaikan masalah tahanan. Peserta menegaskan pentingnya tahun ini sebagai tahun solidaritas para tahanan. Hal ini untuk mengingatkan masalah tahanan yang termasuk masalah yang terpenting dan mensosialisikan informasi kondisi mereka dan kehidupan mereka kepada masyarakat, khususnya kepada para generasi muda yang kehilangan informasi tentang hal itu. Mereka juga menegaskan pentingnya membuat program untuk menyantuni para tahanan dan eks tahanan beserta keluarganya, mengangkat masalah tahanan ke dunia internasional dan mengefektifkan peran undang-undang dan publikasi masalah ini serta mengadakan muktamar internasional pertengahan tahun ini tentang masalah tahanan. Menteri urusan Tahanan yang juga eks tahanan mengucapkan rasa hormatnya kepada para tahanan di penjara penjajah dan semua orang y ang terlibat dalam mengurusi masalah yang sensitive ini. Tujuan tujuan workshop ini adalah membuat gambaran cara mengefektifkan masalah para tahanan dalam segala bidang dan membeberkannya tahun ini dengan cara khusus, tetapi masalah tahanan ini akan tetap menjadi prioritas sekalipun ada satu tahanan di penjara. Gul menjelaskan bahwa tahun lalu adalah tahun Al-Quds dan tahun ini tahun para tahanan. Ia menerangkan ada 7 ribu lebih tahanan di penjara Israel dan tidak ada di dunia ini yang punya kementrian tahanan selain Palestina. Menteri juga menegaskan pentingnya pembentukan Komite-komite Internasional dan membuat langkah-langkah mengajukan dakwaan terhadap penjajah ke Mahkamah Internsional dengan dakwaan penjahat perang. Begitu juga mengefektifkan masalah aleg yang diculik, ia juga menuntut parstisipasi kampus, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat, organisasi kemanusiaan dan HAM, untuk keefektifan organisasi dan koordinasi kerja sama, serta partisipasi para tahanan dan keluarganya, juga media informasi dalam mempublikasikan masalah mereka. Berkaitan dengan ini Bahaudin Al-Madhun Direktur Umum Kementrian Urusan Tahanan menguraikan bahwa pihaknya sudah membuat langkah-langkah yang mantap dan membagi pekerjaan menjadi beberapa komite khusus agar dapat mengendalikan menajemen kegiatan terkait tahanan. Pihaknya juga segera membuat komite-komite yang diusulkan untuk didiskusikan dan ditetapkan serta pentignya memperkuat aspek Internasional khususnya warga arab dan dunia pada umumnya yang bersepakat bahwa tahun ini “Tahun Para Tahanan”. Eks tahanan Husein Ath-Tholaqoh menuntut pentingnya menekankan masalah tahanan di kalangan para pelajar sekolah, kampus dan memberikan penghargaan kerja film, sastra dan kisah tentang penderitaan mereka. Ia juga mengusulkan Parlemen untuk membuat undang-undang untuk menlindungi para tahanan, sehingga pejabat Palestina tidak akan menandatangani kesepakatan dengan penjajah bila tidak membebaskan para tahanan dari penjara. Para peserta sepakat untuk mengadakan pertemuan lainnya untuk membuat penanggung jawab komite untuk memulai kerja dan melaksanakan kegiatan-kegiatan. (arh)
|