Damascus-Infopalestina : Ketua biro politik Hamas, Kholid Misy’al menegaskan, deklarasi sepihak atas negara Palestina merupakan propaganda semu, menjual kebohongan serta meremehkan pandangan rakyat. Misyal menegaskan, pihaknya mendukung pendirian negara Palestina namun setelah terbebas dari penjajahan dan memiliki kedaulatan. Dalam keterangaya kepada harian Al-Dae Kuwait, Kamis (19/11) Misyal menyebutkan, tidak ada artinya berbicara tentang negara ditengah perpecahan dan penjajahan. Disamping permukiman yang terus meluas dan terpecahnya Tepi Barat dengan 700 perlintasan. Misy’al menambahkan, barang siapa yang ingin mendirikan negara maka ia harus memenuhi syarat pendirianya. Ia harus bergabung ke barisan perlawanan. Tidak bekerja sama dengan penjajah atau tidak menjadikan coordinator keamananya seorang jenderal Amerika, Keith Dayton yang bekerja untuk Zionis. Perdamaian telah menemui jalan buntu, akibat keras kepala Zionis dan keberpihakan Amerika. Presiden Obamapun menarik janjinya di depan kekerasan perdana menteri Zionis, Benyamin Netanyahu. Dan semua ini dilakukan ditengah kelemahan bangsa Palestina akibat perpecahan serta keterpurukan bangsa Arab. Satu-satunya solusi dari keterpurukan ini adalah dengan memahami bahwa perdamaian telah digulung dan kembali kepada perlawanan. (asy)
|