Gaza – Infopalestina: Kementerian Tahanan Palestina mengatakan penjajah Israel sampai saat ini masih menahan 17 anggota dewan legislatif Palestina dan 2 menteri, setelah Israel membebaskan anggota dewan legislatif Mohamed Ismail Osman dari Hebron.
Kementrian Tahanan mengatakan, Senin (28/12), di antara anggota dewan yang ditahan ada 5 yang dikenakan penahanan administratif selama enam bulan. Mereka semua ditangkap pada bulan Maret lalu setelah dibebaskan menyusulnya gagalnya kesepakatan pertukaran dengan Shalit.
Ada dua tahanan yang dihentikan kasusnya. Pihak penjajah Israel menangguhkan pengadilan atasnya 39 hari lalu. Israel sengaja mengajukannya ke pengadilan secara terus-menerus tanpa vonis; dalam rangka untuk meningkatkan penderitaan mereka.
Di samping anggota dewan, penjajah Israel juga masih menahan 2 menteri Palestina. Yaitu mantan Menteri Tahanan Washfi Kabha dari Jenin, yang ditahan untuk keenam kalinya, dan mantan menteri daerah Issa Jabari dari Hebron.
Penahanan para menteri dan anggota dewan ini dinilai sebagai tindakan ilegal dan jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Karena mereka berhak mendapatkan perlindungan seperti anggota dewan lainnya di dunia. Para anggota parlemen di dunia dan organisasi hak asasi manusia diminta untuk memberikan tekanan pada penjajah Israel agar membebaskan mereka. (seto)
|