Gaza-Infopalestina: Pemerintah Palestina pimpinan, Ismael Haneya mengecam agresi Zionis ke kamp Shavet, Al-Quds terjajah. Ia juga mengecam sikap diam keamanan Ramallah dalam peristiwa itu. Mereka malahan melindungi Israel daripada membela rakyat Palestina. Dalam konferensi pers, Selasa (9/2) di Gaza ia mengatakan, perlawanan rakyat dalam menghadapi agresi Zionis menegaskan bahwa membungkam rakyat dan membunuh semangat perlawanan di Tepi Barat telah gagal. Ia menambahkan, pilihan perlawanan sudah mengakar di kalangan rakyat Palestina, sebagai pilihan setrategis, walau koordinasi keamanan dan kerjasama mereka untuk menyebarkan virus kekalahan dan menyerah kepada Israel santer dilakukan. Dalam kaitan ini, pemerintah Haneya, menyerukan semua pihak menuju rekonsiliasi dan serius mengakhiri perpecahan. Ia meminta pihak-pihak terkait mengambil langkah-langkah secepatnya secara bilateral. Terutama dalam memberdayakan parlemen dan menghentikan propaganda media, disamping membebaskan semua tawanan politik. Terklait dengan peristiwa peledakan di Gaza kemarin, pemerintah menghargai kesigapan depdagri yang cepat tanggap dalam mengungkap pelaku sejumlah peledakan yang akhir-akhir ini terjadi di Gaza, terutama yang terjadi di dekat rombongan palang merah internasional. Pemerintah dalam hal ini menegaskan tentang tugas depdagri dalam melindungi kesepakatan nasional dan tidak mengizinkan siapapun merugikan rekonsiliasi. (asy)
|