Gaza – Infopalestina: Sebuah pusat HAM Palestina menegaskan bahwa agresi Israel terakhir di Jalur Gaza menelan 1434 warga gugur syahid, 960 warga sipil, 239 anggota polisi dan 235 pejuang perlawanan.
Pusat Palestina untuk HAM kemarin Ahad (15/3) menyatakan dalam bayannya yang salinanya diterima oleh Infopalestina bahwa investigasinya terus berlangsung selama agresi Israel dan setelahnya. Hasilnya, pasukan Israel menggunakan kekuatannya yang berlebihan dan membabibuta selama agresi. Itu terlihat dari korban yang gugur dari warga sipil yang jumlah paling banyak disbanding korban di kalangan pejuang perlawanan.
Hasil data yang dihimpun oleh PP HAM menegaskan bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza selama 22 hari itu itu menelan 1434 warga gugur syahid, 960 warga sipil, 239 anggota polisi dan 235 pejuang perlawanan. Padahal warga sipil itu mendapatkan perlindungan dari hukum internasional.
Dari 960 warga sipil yang gugur, 288 adalah anak-anak, 121 wanita, 235 personel polisi gugur di hari pertama operasi serangan udara. Depkes Palestina sendiri mencatat bahwa 5303 korban luka-luka, 1606 anak-anak dan 828 wanita.
Dalam banyak kasus cara Israel membunuh warga Palestina itu bertentangan dengan konvensi Jenewa dan merupakan kejahatan perang.
PP HAM meminta agar dibuka investigasi internasional yang serius terhadap kejahatan Israel ini. Ia juga meminta agar mereka dituntut secara hukum, akibat tindakan kejahatan perang mereka dan meminta untuk menghentikan tindakan pemberian sanksi massal kepada warga Jalur Gaza agar mereka segera dibebaskan dari blockade dan kebebasan beraktifitas dengan aman.
PP HAM menyerukan kepada Israel agar memenuhi kewajibannya sebagai kekuatan penjajah yang harus memberikan fasilitas sampainya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meyedikan bahan yang dibutuhkan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil. (bn-bsyr)
|