Nablus-Infopalestina : Sejumlah tawanan di pusat interogasi militer di Tah Takfa, Israel melaporkan, sejumlah tawanan mengeluh keracunan akibat makanan yang mereka santap pada Rabu kemarin (11/11) yang ternyata sudah basi. Seorang pengacara tawanan di yayasan solidaritas internasional untuk HAM menyebutkan, berdasarkan penuturan salah seorang tawanan yang baru pulang dari kantor interogasi mengatakan, pengelola penjara Israel Rabu pagi memberikan jatah makanan kepada tawanan Palestina. Namun setelah mereka menyantap makanan tersebut, mereka mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Melihat kejadian itu, pengelola penjara bukanya mengangkut tawanan yang keracunan tersebut ke rumah sakit, tetapi hanya memanggil seorang dokter dari pihak pengelola yang membagi-bagikan obat, sejenis acmol, satu tablet untuk setiap tawanan. Mereka tidak diperiksa ataupun penanganan medis semestinya. Dalam pada itu, yayasan solidaritas HAM meminta pengelola penjara untuk menyelidiki kasus ini, serta menjamin kesehatan tawanan secara baik. Ia minta kasus semacam ini, jangan sampai terulang kembali. Selain itu, lembaga HAM dan Palang Merah Internasional diminta secepatnya melakukan intervensi untuk menjamin kesehatan dan tawanan Palestina di penjara Israel. Disamping pentingnya pengawasan terhadap kondisi kesehatan para tawanan. Terutama terhadap puluhan pasien tawanan yang saat ini dirawat di rumah sakit militer Ramla, sebagaimana dijamin dalam undang-undang internasional dan kesepakatan dunia dalam masalah tawanan. (asy)
|