Nazaret-Infopalestina : Menteri urusan tawanan Palestina, Ir. Washfi Qabha sangat kecewa terhadap tindakan milisi Abbas kepada keluarga Jamal Abu Haija yang saat ini sedang dipenjara di tahanan Israel.
Penangkapan terhadap putra Abu Haija yang baru bebas dari penjara Israel setelah ia mendekam delapan tahun di dalamnya, merupakan pelecehan terhadap perjuangan rakyat. Demikian juga dengan pemanggilan terhadap istrinya sama dengan menghina kemuliaan rakyat nasional dan menganiaya keluarga besar pengungsi Kamp Jenin.
Qabha menyebutkan, tindakan tersebut sangat disayangkan menimpa keluarga besar mujahid Abu Haija sebagai pejuang pada pertempuran Kamp Jenin. Ia kini sedang meringkuk di sel tahanan isolasi Israel dengan vonis hukuman delapan kali seumur hidup.
Sebelumnya, tentara Zionis sempat menembaki rumah mujahid Abu Haija dengan sejumlah roket. Istrinya, Asma pun tak luput dari aksi penangkapan berikut semua anak-anaknya (Abdu Salam, Ashim, Imad serta cucunya). Semua anggota keluarga Abu Haija tidak ada yang selamat dari aksi biadab Israel. Ditambah dengan aksi milisi Abbas terhadap keluarganya merupakan aib besar di jidat gerakan Fatah yang sangat mengenal Abu Haija.
Qabha menambahkan, semua tindakan milisi Abbas berupa intimidasi, penyiksaan dan penangkapan terhadap anggota pejuang Palestina justru memperparah krisis dan menghancurkan persatuan nasional.
Dalam pada itu, Qabha mengkritik keras gerakan Fatah di Jenin serta kader-kadernya di Kamp Jenin. Sikap gerakan Fatah yang tidak bergeming melihat kenyataan ini sama dengan member lampu hijau kepada milisi Abbas untuk terus melakukan kejahatanya.
Qabha meminta semua pimpinan Fatah dan semua pihak yang peduli terhadap nasionalisme untuk bersolidaritas terhadap keluarga Abu Haija serta membelanya dari tindakan semena-mena milisi Abbas. Ia minta pihak pemerintah Abbas segera membebaskan putra Abu Haija, Abdu Salam serta menghentikan semua intimidasi terhadap keluarganya. (asy)
|