Tepi Barat – Infopalestina: Media massaIsrael melaporkan aktivitas pembangunan di pemukiman-pemukiman Yahudi terus berlanjut secara cepat. Melalui kerja pemantauan selama seminggu terakhir ini telah terdeteksi adanya aktivitas pembangunan di puluhan pemukiman Yahudi di seluruh wilayah Tepi Barat.
Sebuah laporan yang dibuar surat kabar Ha'aretz pada hari Jumat (1/1) menyebutkan tingka aktivitas pembangunan di pemukiman-pemukiman Yahudi meskipun ada perintah pembekuan. Ha’aretz menegaskan pihaknya telah mengadakan tur lapangan pada hari Rabu lalu di daerah "Samaria". Di daerah ini sedang terjadi penghancuran di daerah industri Burkan dan Ariel dan aktivitas pembangunan perumahan untuk tahap-tahap awal dalam masing-masing permukiman Ariel, Elkana Utara, Badoiil dan Kfar Tapuach. Terlihat sebuah spanduk besar di tengah-tengah Kfar Tapuach yang mengiklankan pembangunan sebuah proyek baru untuk membangun 65 unit perumahan. Di semua lokasi tersebut Ha’aretz merekam adanya peralatan dan mesin-mesin berat untuk pekerjaan pengerukan, yang bekerja untuk perataan tanah dan infrastruktur.
Ha’aretz menjelaskan bahwa berdasarkan pendokumentasian dan rekaman yang dilakukan banyak organisasi hak asasi manusia seperti "Yesh Din" dan "Peace Now"; aktivitas pembangunan sedang terjadi pada hari-hari ini di lebih 50 kompleks pemukiman Yahudi. Demikian juga di dua daerah industri lian ( (Mevo Horon dan Gush Etzion), di samping tender pada 7 Desember lalu untuk membeli sebuah daerah besar untuk membangun sebuah gedung perdagangan di daerah persimpangan "Gush Etzion".
Di pihak lian penguasa penjajah Israel menjelskan bahwa perintah pembekukan pembangunan hanya terjadi di kopleks-kompleks pemukiman yang belum dilakukan pengecoran pilar-pilar saat dikeluarkannya perintah tersebut. Menyusul itu ada pengecualian pembangunan untuk 3.000 unit – yang terjadi setelah tanggal tersebut dalam tahap setelah pengecoran pilar-pilar – dari pembekuan, selain 492 unit rumah baru yang disetujui oleh Menteri Pertahanan Ehud Barak.
Data statistik yang dikumpulkan oleh gerakan "Peace Now" menunjukkan bahwa aktivitas pembangunan yang mendapatkan persetujuan selama masa pembekuan lebih besar dari rata-rata pembangunan di wilayah-wilayah Zionis Israel lainnya. Berdasarkan data dan Biro Pusat Data dan Statistik Israel telah menyetujui pembangunan 1.167 unit rumah per 100 ribu pendukan di pemukiman-pemukiman Yahudi selama pembekuan. Sementara itu, masih berdasarkan Biro Pusat Data dan Statistik, hanya ada pembangunan 836 unit rumah per 100 ribu orang di seluruh wilayah Palestina yang diduduki penjajah Israel. Selama periode pembangunan, akan dibangun 476 unit rumah di pemukiman Yahudi "Ma'ale Adumim". Yakni lebih besar dari apa yang terjadi di kota-kota serupa seperti di daerah-daerah berikut berdasarkan populasi warga; (149 unit di "Rosh Hain" atau 160 di "Kiryat Bialik" atau 59 unit perumahan di Dimona).
Di "Ariel" akan dibangun 146 unit selama periode pembekuan, dibandingkan 21 unit di "Beit Syaian, 51 unit di "Kiryat Tabon" dan 32 unit rumah di "Sderot." (seto)
|