Gaza – Infopalestina: Ir. Wasfi Kabha, salah seorang menteri Palestina yang mendekam di penjara Zionis Israel, mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan milisi Abbas, Ahad malam (29/11), pada anggota dewan legislatif Palestina, Muna Manshur dan anggota keluarganya setelah menyerbu rumah mereka di Nablus, di Tepi Barat.
Dalam sebuah pernyataan yang diselundupkan dari dalam penjara Israel hari ini, Senin (30/11), Kabha mengatakan, “Serangan ini mencerminkan besarnya krisis nasional dan moral yang dialami pemerintah ilegal di Ramallah.” Dia menegaskan peristiwa ini menuntut sikap nasional yang tegas dari semua fraksi Palestina, termasuk gerakan "Fatah", untuk mengutuk tindakan kriminal ini dan mengajukan orang yang bertanggung jawab ke pengadilan.
Dia menambahkan, "Tidak masuk akal unsur keamanan mengambil hukum di tangannya bahkan tanpa memperhitungkan kekebalan diplomatik yang diberikan oleh undang undang kepada anggota dewan legislatif Muna Manshur."
Ia mengimbau kepada organisasi-organisasi Ham dan kemanusiaan menindalanjutni pelanggaran terang-terangan yang terjadi di Tepi Barat ini, mulai dari penangkapan, interogasi, penyiksaan, pembunuhan, perampasan kebebasan, dan pemecatan pegawai secara sewenang-wenang, sekaligus mengajukan meeka yang bertanggungjawab atas kejahatan-kejahatan ini ke pengadilan internasional.
Kabha menegaskan perlunya untuk beranjak dari lingkaran bisu dan mengutuk tindakan melawan hukum dan orang yang ingin mengambil dengan tangannya, atau membeda-bedakan antara warga negara berdasarkan afiliasi politik. Dia menyatakan bahwa perampasan sumber mata pencaharian warga, para pelakunya layak untuk diajukan ke pengadilan domestik dan internasional untuk mempertanggung jawabkan tindakan dan kejahatan mereka.
Dia berharap rekonsiliasi Palestina bisa dicapai untuk mengatasi semua pelaku kejahatan, pembelot dan mereka yang melenceng dari sikap nasional. (seto)
|