Gaza – Infopalestina: Dr. Ahmad Bahr, wakil ketua I parlemen Palestina menegaskan, rekonsiliasi nasional Palestina merupakan kewajiban agama, politik strategi dan nasional. Namun rekonsiliasi itu harus didasarkan pada perjuangan atas hak-hak prinsip dasar Palestina dan bukan syarat tim kuartet internasional. Dalam khutbahnya di shalat Iedul Adha di lapangan Palestina di kota Gaza kemarin Jumat (11/27) Bahr mengajak pemerintah Ramallah untuk melakukan rekonsiliasi, menyatukan sikap Palestina, memutihkan penjara dari tapol, menghentikan pengejaran kader dan pendukung Hamas di Tepi Barat. “Kami mengajak saudara-saudara di Fatah dan Otoritas Palestina untuk menyatukan sikap Palestina terhadap rekonsiliasi sebagai sebuah kewajiban agama, politik dan nasional. Kami ingin rekonsiliasi atas hak-hak prinsip Palestina, pembebasan langsung tapol bukan dengan mengakui Israel dan mengejar kader perlawanan Palestina” tegasnya. Soal Abbas yang menyerukan pemilu Palestina untuk menekan Hamas agar menandatangani draft rekonsiliasi Mesir, Bahr menegaskan, Hamas ingin pemilu bebas dan bersih dan menolak pemilu di bawah syarat tim kuartet, Amerika dan Israel. Bahr menganjurkan agar memanfaatkan momen Idul Adha untuk memperat persatuan Palestina. ia mengajak negara-negara Arab agar bertanggungjawab atas masalah Al-Quds yang mengalami yahudisasi dan aksi pemukiman yahudi di sana. Bahr menilai statemen Netanyahu akan menghentikan pemukiman yahudi sealam 10 bulan hanya pembohongan public dan dunia sebab aksi perluasan permukiman itu masih terus berlangsung di Palestina. (bn-bsyr)
|