Alquds – Infopalestina: Yayasan al Maqdisi mengatakan keluarga Djaabis kampung Jabal Mukabir, di tenggara kota al Quds, hidup dalam keadaan ketakutan dan kecemasan akibat ancaman otoritas penjajah Israel yang akan merubuhkan 53 flat (apartemen) yang menjadi bagian dari 21 perintah penghancuran baru; dengan dalih bangunan tersebut tidak memiliki izin dari pemerintah Israel di al Quds. Bila perintah ini dilaksanakan bahwa akan terjadi pengusiran sekitar 207 warga Palestina di al Quds, termasuk 117 anak-anak kecil.
Dalam pernyataannya hari ini, Rabu (25/11), Yayasan al Maqdisi menyatakan pihaknya telah melakukan tur lapangan di kawasan itu, menyaksikan penderitaan warga dan melihat adanya kecemasan dan ketakutan mereka, terutama keluarga-keluarga yang tidak memiliki alternatif rumah akan mereka tinggali.
Penderitaan warga Nampak parah dan perasaat ketakutan mereka meningkat, terutama setelah perintah kota Israel di Yerusalem (al Quds) melaksanakan perintah penghancuran rumah-rumah warga Palestina, ditambah masalah keuangan yang mereka alami, terutama dana dalam jumlah besar dan tidak masuk akal yang ditetapkan oleh pengadilan penjajah Israel atas mereka, yang jumlahnya secara total mencapai tiga juta shekel (sekitar 750 ribu dolar ), selain jumlah uang cukup besar yang dibayat oleh keluarga tersebut kepada para insinyur dan pengacara yang membelanya di depan pengadilan.
Yayasan al Maqdisi menjelaskan bahwa pemerintah kota penjajah Israel di al Quds telah menolak sebagian besar rencana teknik yang diajukan oleh keluarga itu untuk mendapatkan izin bangunan. Untuk diketahui pemerintah kota penjajah Israel baru-baru ini menyetujui proyek pembangunan 110 unit rumah di lokasi yang jauhnya tidak lebih dari 150 meter dari lokasi tersebut.
Di lain pihak, Yayasan al Maqdisi menyatakan bahwa pemerintah kota penjajah Israel baru-baru ini memberlakukan perintah pengadilan terhadap dua bersaudara Hassan dan Abdul Karim Djaabis. Keduanya dipaksa untuk melaksanakan pelayanan publik selama empat bulan, sebagai bagian dari sanksi yang dipaksakan pemerintah kota penjajah Israel atas keluarga-keluarga Palestina untuk mengusirnya dari wilayah tersebut. (seto)
|