Ankara – Infopalestina: Sejumlah media masa Turki menegaskan, polisi Turki menangkap 20 pelajar kemarin Sabtu (5/11) setelah mereka melempari Dubes Israel di sana dengan telur sebagai kecaman atas tindakan permusuhan mereka terhadap Jalur Gaza akhir tahun lalu. Kantor berita Anathol Tukri menegaskan, kecaman dan protes terjadi di gerbang Universitas Tharabizon di pinggiran laut hitam ketika dubes Israel Gabi Leivi hendak pergi meninggal kampus. Sementara harian Huriet menegaskan, polisi Turki menangkap 20 pelajar yang meneriakkan yel-yel anti Israel di antaranya “Kami tidak ingin pembunuh anak-anak” “silahkan Israel keluar dari kampus kami”. Hubungan diplomasi Turki dengan Israel sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009 lalu semakin memburuk. PM Turki Rajab Taeb Erdogan menuding Israel melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan dalam agresi itu. Turki – anggota NATO – melarang Israel bulan lalu untuk ikut dalam latihan militernya di Turki sehingga Israel sempat murka dan mengundang kritik keras dari Amerika Serikat. Ketegangan hubungan kedua negara ini terjadi pada saat Turki menjadi kandidat anggota Uni Eropa dan langkah-langkah diplomasinya semakin menguat dengan Iran dan Suriah. Sebagian pengamat menyebut, ini pertanda Turki akan berubah dan beralih ke barat. Namun Erdogan menampik pemerintahnya berpaling kepada barat. “Turki memiliki wajah menghadap ke barat dan lainnya melihat ke timur” tegasnya beberapa saat lalu. (bn-bsyr)
|