Cari
Pemerintah Palestina Tuding Ramatan Picu Krisis Internal Palestina
cetakan E-Mail
Pemerintah Palestina Tuding Ramatan Picu Krisis Internal Palestina
[ 12/11/2009 - 10:11 ]

 

Gaza – Infopalestina: Pemerintah Palestina di Gaza menampik adanya kaitan mereka dengan keputusan kantor berita Ramatan yang menutup koresponden-korespondennya di Palestina. Mereka menegaskan, penutupan sebuah lembaga nasional (pemerintahan) yang besar dan profesionalisme merupakan kerugian kerja media Palestina.

Dr. Husain Abu Hasyisy, wakil ketua departemen informasi di pemerintah Palestina dalam pernyataanya kepada kantor berita Shafa kemarin Rabu (11/11) menegaskan ketidakmengertianya terhadap pernyataan kantor berita Ramatan yang menjelaskan alasan penutupannya. Pemerintah Palestina menuding Ramatan melakukan upaya mengekspor krisis internalnya kepada pemerintahan Palestina.

Dewan Managemen kantor berita Ramatan sebelumnya Rabu kemarin mengumumkan penutupan kantor-kantor perwakilannya di Palestina dengan alasan karena menumpuknya sejumlah faktor yang terkait dengan pelanggaran hukum dan kebebasan pers dan pengekangan. Ramatan menyebutkan bahwa kantor perwakilan mereka diserang oleh keamanan internal di Gaza, melarang jumpa pers. Meski demikian Ramatan mengakui ini bukan faktor utama namun ada faktor dana dari para pelanggan seperti Aljazeera dan Al-Quds yang menunggak pembayaran tagihan berlanggangan.

Abu Hasyisy menegaskan, pemerinta Palestina memiliki informasi akurat –seperti halnya media massa – soal krisis yang dialami oleh Ramatan sehingga ia hampir lumpuh setelah agresi Israel. ia menegaskan, semua pemerintah memiliki tindakan hukum terhadap media massa namun tidak masuk akal jika setiap orang menerima perintah hukum dari pemerintah atau depdagri untuk menutup lembaga medianya. Kecuali jika mereka memiliki niat untuk mengaitkan krisisnya kepada nama baik pihak lain.

Sejumlah sumber mengungkap bahwa ada upaya Qasim Kafarinah, direktur perusahaan media Ramatan mencari cara lari dari hak pegawai atas perusahaan yang mencapai ratusan ribu dolar setelah menurunnya pendapatan dan masukan mereka karena politik yang dipakai salah. Ia juga menghindar dari pajak kepada pemerintah.

Sumber menambahkan, Kafarinah memiliki jutaan dolar dari bisnis media Palestina yang ditransfer kepada pihak lain dan menolak membayar hak-hak pegawai serta mengaku mengalami krisis keuangan akibat TV-TV Arab. Sumber dekatnya menampik hal ini sebab dana utamanya tercatat di bank-bank negara barat dengan nama istrinya yang berasal dari Kanada.

Sejumlah pegawai Ramatan akan mengajukan Kafarinah ke pengadilan di Ramallah dan Gaza untuk menuntut hak mereka karena pemecatan yang sewenang-wenang. (bn-bsyr)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705