Cari
Komandan Amerika Asal Palestina Bunuh 13 Rekannya dan Lukai 30 Lainnya
cetakan E-Mail
Komandan Amerika Asal Palestina Bunuh 13 Rekannya dan Lukai 30 Lainnya
[ 07/11/2009 - 04:39 ]
Tersangka Komandan Nadlal Hasan

 

Texas – Infopalestina: 13 Serdadu Amerika tewas dan 30 lainnya luka-luka kemarin Kamis (5/11) dalam peristiwa penembakan seorang komandan Amerika asal Jordania – Palestina di pangkalan militer Ford Hot Amerika.

Jenderal Bob Kon, jubir pangkalan militer Ford Hot militer Amerika di Texas meengaskan, 13 sedikitnya tewas dan 30 lainnya terluka ketika seorang pasukan Amerika menembaki rekan-rekannya.

Sejumlah media Amerika yang diketahui bernama Nadal Malik Hasan, dokter psikologi asal Jordania – Palestina yang belajar kedokteran atas biaya militer Amerika yang mau dikirim ke Irak, menembaki rekan-rekan mereka di pangkalan militer Amerika yang akhirnya ia dihentikan dan ditahan setelah ia sendiri mengalami luka-luka. Hingga kini motivasinya melakukan penyerangan yang merupakan kasus pertama di Amerika.

Radio BBC Inggris melansir dari sumber militer Amerika, serangan terjadi di markas medis ketika menyiapkan pasukan Amerika untuk pergi ke wilayah perang.

Sumber menegaskan, penyerang menggunakan dua pistol dengan cara membabi buta sehingga banyak korban yang jatuh.

Ford Hot adalah pangkalan militer Amerika terbesar yang menampung 40 ribu pasukan seperti kota kecil dimana ketika siang hari bisa memuat sekitar 80 ribu orang.

Dari informasi yang dihimpun, Major Hasan bekerja di pusat Wolter Red Medis untuk menyiapkan pasukan Amerika yang pulang dari wilayah peperangan selama enam tahun. Ia akan dikirim ke Irak.

BBC melansir dari sumber salah satu keluargnya Nadir Hasan, bahwa Nadal Hasan mengalami perlakukan tidak menyenangkan dan sering dipojokkan oleh rekan-rekannya di antara militer Amerika karena berasal dari Timur Tengah.

Nadir Hasan menegaskan, saudaranya itu dilahirkan di Amerika dan menyelesaikan studinya di Universitas Teknologi Virginia. Menurutnya, Nadal bukan orang yang keras dan suka kekerasan dan tidka ingin pergi ke medan tempur.

Komentar pertama Obama atas peristiwa itu ia menyebut sebagai ledakan teros kekerasan, apalagi itu terjadi di pangkalan militer Amerika. (bn-bsyr)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705