Jerusalem – Infopalestina:
Surat kabar Israel "Ha’aretz" mengatakan Rusia telah menolak usulan AS untuk merealisasikan tujuan Zionis berupa sebuah negara "Yahudi" yang memiliki batas aman di atas tanah Palestina.
Menurut sumber-sumber politik, dengan menolak usulan ini maka Moskow telah mengaborsi proyek Amerika yang memberikan pengakuan tim Kuartet internasional kepada "Israel" sebagai sebuah negara Yahudi dan menggabungkan kompleks-kompleks pemukiman besar di Tepi Barat ke dalam batas negaranya.
Ha’aretz mengatakan, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton selama melakukan kontak telepon Negara-negara anggota Kuartet mengusulkan dikeluarkannya pernyataan bersama, sebuah janji yang dibuat oleh tim yang dipimpin oleh Asisten utusan khusus AS ke Tengah Timur, David Hill.
Rancangan pernyataan bersama ini – menurut koran Israel – mencakup seruan dilanjutkannya perundingan tanpa syarat sebelumnya demi mencapai kesepakatan damai, yang merealisasikan tujuan Palestina untuk mendirikan Negara independen, yang layak hidup berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan pertukaran tanah yang disepakati (yaitu penggabungan pemukiman-pemukiman besar Yahudi di Tepi Barat ke dalam entitas Zionis dengan imbalan kompensasi tanah pengganti untuk orang Palestina), merealisasikan tujuan Zionis dalam pendirian seuah negara Yahudi yang memiliki batas-batas aman yang diakui yang mencerminkan perkembangan di lapangan dan memenuhi tuntutan keamanan (Israel)". Namun Rusia menolak teks usulan tersebut dan menilai bahwa isyarat kepada batas masa depan merupakan penentuan hasil lebih awal dari perundingan. Rusia juga menegaskan penolakannya untuk mengakui Israel sebagai Negara Yahudi.
Koran Israel ini mengutip seorang pejabat senior Amerika Serikat yang mengatakan, "Kami tidak akan menyerahkan untuk meneerbitkan pernyataan Kuartet. Namun tidak ada konsensus di tim kuartet dan dalam situasi seperti ini tidak mungkin menerbitkan pernyataan."
Koran "Hayat" terbitan Londong, menyatakan, pada saat yang sama kunjungan Menteri Luar Negeri Zionis Avigdor Lieberman ke Moscow tanpa hasil. Sementara itu Komite Bersama Pemerintah Rusia – Israel telah gagal mendekatkan sikap dalam masalah perbedaan dan kompromi masalah yang menggantung. Kedua belah pihak cupuk dengan bertukar kata basa-basi dan menyatakan upaya keduanya untuk memperkuat konvergensi lebih lanjut." (seto)
|