Damaskus – Infopalestina: Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Izet Rasyq menyerukan kepada para peserta Konferensi Umum Partai-partai Arab kelima yang diselenggarakan di Damaskus, untuk membahas cara-cara mengembalikan masalah Palestina ke lubuk Arab dengan perkataan dan perbuatan, dan bekerja untuk untuk menyelamatkan Palestina dari ancaman yang merusak prinsip-prinsip utamanya, utamanya adalah al Quds.
Hal tersebut disampaikan Rasyq bersamaan dengan dimulainya agenda konferensi umum kelima partai-partai Arab, kemarin, Rabu (11/11). Dia mengatakan, "Pertemuan ini berlangsung saat terjadi peningkatan aksi-aksi yahudisasi di al Quds dan penargetan masjid al-Aqsha. Sementara itu blokade tidak adil pada rakyat kami di Jalur Gaza terus berlanjut dan aktifitas pembanguna permukiman Yahudi di Tepi Barat terus berkelanjutan. Semua itu terjadi di tengah-tengah perpecahan internal Palestina yang direncanakan Jenderal Amerika Keith Dayton untuk memukul perlawanan dan memaksakan suatu penyelesaian sesuai dengan persyaratan Zionis."
Dia menambahkan, "Adegan ini terintegrasi di saat pertaruhan pada pilihan perundingan berjatuhan dan ilusi yang dirangkai sebagian orang Palestina dan bangsa Arab seputar sikap AS terhadap masalah Palestina di bawah pemerintahan Obama memudar." Rasyq menyatakan bahwa pihak Palestina sendiri yang berinteraksi dengan rencana Dayton, telah mengakui kesia-siaan perundingan dan kebuntuan cakrawala kompromi.
Rasyq menegaskan, "Jika Palestina dituntut untuk mengembalikan kesatuan nasional di atas komitmen pada hak-hak dan prinsip-prinsip serta kesepakatan pada program politik yang menjamin hak rakyat Palestina untuk melawan penjajah; maka Arab dituntut untuk merehabilitasi masalah Palestina sebagai isu Arab secara khusus dan memberikan dukungan material dan politik untuk memperkuat perjuangan rakyat Palestina, terutama di al Quds. Arab harus bergerak untuk membebaskan blokade di Jalur Gaza dan pembangunan kembali, mengambil langkah untuk mengeluarkan undang undang guna mengejar para pemimpin penjajah Israel atas kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, mendorong pemerintah AS untuk mengakui hak orang-orang dalam mendirikan negara merdeka dengan ibukota al Quds dan menjamin kembalinya para pengungsi ke tanah dan rumah mereka."
Rasyq berharap Konferensi Umum Partai-partai Arab ini menghasilkan keputusan yang meningatkan obsesi rakyat Palestina dan keputusan-keputusannya konferensi menemukan jalan ke arah pelaksanaan apa yang baik bagi umat." (seto)
|