Sebuah jajak pendapat di Israel terbaru mengungkap bahwa kekuatan dan popularitas Partai Likud partai penguasa dan menurunnya popularitas Benjamen Natanyahu dan Menlu Avigdor Lieberman. Jajak pendapat yang dilakukan oleh pakar statistik Prof. Kamel Foks yang dilansir oleh Haaretz menegaskan bawha Likud (28 kursi parlemen) akan menang dengan 35 kursi jika hari ini dilakukan pemilu. Namun popularitasnya turun dari 50 % pada November 2009 menjadi 45%. Sementara tingkat ketidakpuasan bertambah dari 40% menjadi 46%. Pengamat politik kepartaian Yose Perter kepada harian Haaretz menegaskan bahwa penurunan popularitas ini karena skandal istri dan intervensinya dalam urusan pemerintahan disamping karena ia mengusulkan solusi “dua negara” dan pembekuan permukiman padahal itu hanya sekedar manuver sesaat. Tingkat ketidakpuasan juga terjadi pada kinerja Lieberman. 53 % peserta jajak pendapat merasa tidak puas (50% pada 2009). Sementara menhan Israel Ehud Olmert tingkat kepuasannya jajak pendapat stabil pada tingkat 50%. Meski terjadi perbedaan antara elit oposisi Kadema, namun 90 % pengikutnya menilai bahwa kepemimpinan Tsepi Livni layak menjadi pemimpin partai ini. Ketika ditanya siapa sosok paling layak menjadi PM Israel, 35% responden menjawab Netanyahu dan 27% lainnya menjawab Livni, 8% memilih Lieberman dan 7% lainnya memilih Barack. (Haaretz, 8 Februari 2010) (bn-bsyr)
|