Gaza
– Infopalestina:
Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina Dr.
Ahmad Baher mengecam pernyataan gerakan Fatah atas legalitas lembaga pimpinan dewan. Dia menyebut pernyataan Fatah itu sebagai bentuk provokasi. Baher mengatakan, “Sikap ini mencerminkan lelucon hukum dan konstitusi dalam rangka membantai undang udag dasar Palestina, yang menegaskan legitimasi pimpinan dewan legislatif.
Baher menyatakan sikap Fatah dan kampanye informasi mereka yang meragukan legitimasi pimpinan dewan, tidak memiliki nilai hukum atau konstitusional, atau bahkan politik di tengah-tengah fakta-fakta hukum, politik dan nasional yang menaungi realitas Palestina."
Dia mengatakan, "Kampanye Fatah dan otoritas Ramallah terhadap Dr. Aziz Duweik dan pimpinan dewan legislatif merefleksikan krisis politik dan nasional yang dialami orang-orang yang mengalami kebangkrutan politis dan nasionalisme, sehingga sama sekali tidak mengganggu lembaga dewan legislatif, yang bekerja dan bergerak atas dasar hukum dan landasan konstitusional yang solid."
Dia menjelaskan bahwa Duweik akan tetap sebagai ketua dewan legislatif Palestina. Lembaga pimpinan dewan akan terus pada efektivitasnya dan melanjutkan kerja parliament sampai akhir tugasnya sesuai hukum, dan akan terus melaksanakan semua fungsi legislatisi dan konstitusi.
Di konteks yang lain, Baher menilai bahwa pengakuan komisi yang dibentuk Abbas tentang ketidak mampuannya melaksanakan pemilu pada Januari mendatang merupakan indikasi yang paling terang tingkat kebingungan yang dirasakan oleh Otoritas Ramallah dan kebutuhan yang mendesak untuk kembali kepada kebutuhan kepentingan nasional Palestina.
Dia menambahkan, "Otoritas Ramallah harus turun ke keputusan rekonsiliasi nasional bagi pemulihan konsensus nasional yang asli, sebagai awal untuk pemilu Palestina yang bebas, adil dan transparan yang disepakati dalam lingkungan yang sehat dan benar, jauh dari campur tangan asing." (seto)
|